Puisi 5 Bait

Puisi: Malam di Trotoar Malioboro (Karya Gunoto Saparie)

Malam di Trotoar Malioboro di trotoar malioboro kita bertemu membicarakan puisi dan puisi ada emha, warna, linus, korrie namun malam ini tak ada umbu…

Puisi: Paradise Lost (Karya Korrie Layun Rampan)

Paradise Lost Aku berjalan di sepanjang goa-goa tanah mati Memandang Kemegahan: o, bukit-bukit purba Derita-Mu Kota, Kesunyian yang tegak di seantero…

Puisi: Untuk Sebuah Catatan Harian (Karya Abdul Hadi WM)

Untuk Sebuah Catatan Harian Di bawah seribu mawar Bulan Juli yang terbakar Dan langit musim panas Matahari berganti-ganti Ada bayangan …

Puisi: Katak (Karya Taufiq Ismail)

Katak Katak hidup di sawah, kolam dan rawa-rawa Dia tidak pandai berjalan biasa tapi melompat-lompat Memang begitulah gerak badannya setiap h…

Puisi: Nocturno (Karya Linus Suryadi AG)

Nocturno (1) Malam beranjak dilepas lagu Tercium segrak aroma rindu Dentang-denting dentang jantung A…

Puisi: Pertemuan (Karya Linus Suryadi AG)

Pertemuan dengan hati sabar kutemu luas laut dengan rasa gemetar jiwamu yang lembut kuserahkan Kata berakibat ganda dalam sunyi-senyap memanggil tiba…

Puisi: Bambu Runcing (Karya Gunoto Saparie)

Bambu Runcing ketika lewat tengah malam kau pun keluar dari hutan kelam membawa bambu runcing tak takut lagi peluru menerjang matamu nyalang menembus…

Puisi: Aku Belum Bisa Menyebutmu Lagi (Karya Taufiq Ismail)

Aku Belum Bisa Menyebutmu Lagi Ya, aku belum bisa menyebut namamu lagi Dalam surat, buku harian dan percakapan sehari-hari Kembali seakan se…

Puisi: Serasa Akulah yang Mesti Bercerita (Karya Budiman S. Hartoyo)

Serasa Akulah yang Mesti Bercerita Serasa akulah yang mesti bercerita sementara surya mengendap-endap di balik bumi saja Serasa akulah yang …

Puisi: Di Tepi Pantaimu (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Di Tepi Pantai-Mu Kanak-kanak, kanak-kanak, Girang bergurau tertawa tergelak, Merencah air bersorak-sorak, Bermain pasir di gigi ombak. Tangan halus …

Puisi: Cinta Dekat Pulau (Karya Nirwan Dewanto)

Cinta Dekat Pulau Di jalan menuju biru si dara mahir berlagu: "Kuperam gempa di perutmu, kusadap api…
© Sepenuhnya. All rights reserved.