Puisi: Jembatan Lemah Ireng (Karya Gunoto Saparie) Jembatan Lemah Ireng melintasi jembatan lemah ireng mobil mendadak melambat ketika sebentar lagi remang ketika malam segera merapat haruskah kusebutk…
Puisi: Pahlawan Tak Dikenal (Karya Toto Sudarto Bachtiar) Pahlawan Tak Dikenal Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bu…
Puisi: Didikan yang Sebenarnya (Karya Rustam Effendi) Didikan yang Sebenarnya Maukah tuan mendidik anak? Siapapun juga yang tuan ikut, sekalipun metode Pestalozzi, atau ajaran yang…
Puisi: Basilica (Karya Djamalul Abidin Ass) Basilica ketika senja berlabuh dan lampu kota yang sayu membawa langkah ke balik pinus dimana kau menunggu dengan usia beribu kutatap kau dengan hati…
Puisi: Dosa Berjamaah (Karya Gunoto Saparie) Dosa Berjamaah dalam dosa berjamaah hati nurani para pemimpin musnah entah terbang melayang ke mana sia-sia republik indonesia merdeka ketika kata-ka…
Puisi: Kuala Kapuas (Karya Korrie Layun Rampan) Kuala Kapuas Jalan lencangan walo Jalan pilihan berarah tak pasti Jalan ke balik bumi Jalan misteri D…
Puisi: Ponsel (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa) Ponsel Wajah siapa yang paling lama ditatap bola matamu tubuh siapa yang paling rutin dipijit jari tanganmu …
Puisi: Sawan (Karya Korrie Layun Rampan) Sawan Aku terkurung dalam lautan gelagah yang terbakar Memburu tujuh matahari yang menyulut kota jadi puing dan debu Di mana-mana kebakaran, huma, hu…
Puisi: Malam di Trotoar Malioboro (Karya Gunoto Saparie) Malam di Trotoar Malioboro di trotoar malioboro kita bertemu membicarakan puisi dan puisi ada emha, warna, linus, korrie namun malam ini tak ada umbu…
Puisi: Paradise Lost (Karya Korrie Layun Rampan) Paradise Lost Aku berjalan di sepanjang goa-goa tanah mati Memandang Kemegahan: o, bukit-bukit purba Derita-Mu Kota, Kesunyian yang tegak di seantero…
Puisi: Untuk Sebuah Catatan Harian (Karya Abdul Hadi WM) Untuk Sebuah Catatan Harian Di bawah seribu mawar Bulan Juli yang terbakar Dan langit musim panas Matahari berganti-ganti Ada bayangan …