Puisi Abdurahman Faiz

Puisi: Kepada Guru (Karya Abdurahman Faiz)

Kepada Guru Aku selalu bermimpi matahari telah melahirkan para guru dan guru melahirkan banyak matahari hingga matahari tak lagi sendiri Matahari tak…

Puisi: Sajak Anti Perang (Karya Abdurahman Faiz)

Sajak Anti Perang Mengapa perang tak kunjung berhenti? hujan mortir peluru, gerimis darah dan air mata kebiadaban menanti di setiap tapak jalan di an…

Puisi: Ayah (Karya Abdurahman Faiz)

Ayah (1) Sedalam laut, seluas langit cinta selalu tak bisa diukur begitulah ayah mengurai waktu meneteskan keringat dan rindunya untukku Ayah (2) Aya…

Puisi: Ayah Bundaku (Karya Abdurahman Faiz)

Ayah Bundaku Bunda engkau adalah rembulan yang menari dalam dadaku Ayah engkau adalah matahari yang menghangatkan hatiku Ayah bunda kucintai kau berd…

Puisi: Jalan Bunda (Karya Abdurahman Faiz)

Jalan Bunda Bunda engkaulah yang menuntunku ke jalan kupu-kupu September, 2003 Sumber:  Aku Ini Puisi Cinta (2005) Analisis Puisi: Puisi "Jalan …

Puisi: Penyair (Karya Abdurahman Faiz)

Penyair Penyair memahat kata-kata untuk orang-orang dewasa dan menaburkan kata-kata pada kanak-kanak sepertiku Aku berloncatan menangkap huruf sebaga…
© Sepenuhnya. All rights reserved.