Puisi: Seorang Lelaki di Benteng Fort Rotterdam (Karya Afrizal Malna) Seorang Lelaki di Benteng Fort Rotterdam Saya temui lelaki itu, sisa-sisa tubuh sebuah koloni di bangunan tua lantai atas, Benteng Fort Rotterdam.…
Puisi: Gadis Kita (Karya Afrizal Malna) Gadis Kita O gadisku ke mana gadisku. Kau telah pergi ke kota lipstik gadisku. Kau pergi ke kota parfum gadisku. Aku silau tubuhmu kemilau neon …
Puisi: Benda-Benda Pos di Siang Hari (Karya Afrizal Malna) Benda-Benda Pos di Siang Hari Di siang saling menunggu dengan hari-hari lain itu, mereka masih saling memberi bingkai pada wajah sendiri. Tak ada …
Puisi: Pohon Pisang di Pinggir Kali (Karya Afrizal Malna) Pohon Pisang di Pinggir Kali Sekali engkau datang di luar keramaian benda-benda, dan menulismu, seperti mengubah …
Puisi: Mitos-Mitos Kecemasan (Karya Afrizal Malna) Mitos-Mitos Kecemasan Kota kami dijaga mitos-mitos kecemasan. Senjata jadi kenangan tersendiri di hati kami, yang akan kembali membuat cerita, s…
Puisi: Tanaman Tahun (Karya Afrizal Malna) Tanaman Tahun Satu dua orang datang satu dua orang pergi Pohon tumbuh sendiri, sapi berjalan sendiri Kemarin aku berjanji menjengukmu Nont…
Puisi: Mayat Politik Ditutupi Koran Pagi (Karya Afrizal Malna) Mayat Politik Ditutupi Koran Pagi Ada orang hilang. Tapi ada orang pecah juga. Presiden di rumah sakit, tangan …
Puisi: Apartemen Identitas (Karya Afrizal Malna) Apartemen Identitas Aku ingin bisa melihat angin. Melihatnya. Menggenggamnya. Menatapnya. Menghembuskan setia…
Puisi: Karung Merica Heinrich Heine (Karya Afrizal Malna) Karung Merica Heinrich Heine Kau pakai tubuhku untuk berdiri di sini, tubuh dari bengkel ingatan. Sekarang, 200 tahun berputar ke belakang, pama…
Puisi: Penyair Anwar (Karya Afrizal Malna) Penyair Anwar Aku mengaji, Anwar Anwar Hidup dari pasar terbuka dalam tubuh Orang tanah yang ditutup senja,…
Puisi: Aku Baru Saja Mengepel Lantai (Karya Afrizal Malna) Aku Baru Saja Mengepel Lantai Aku baru saja mengepel lantai. Aku berjalan dengan ujung jari-jari kakiku, agar lantai yang baru dipel tidak kotor l…
Puisi: Catatan di Sungai (Karya Afrizal Malna) Catatan di Sungai kubaca airku dari sungai bapak anak-anak di batuan batu nenekku kusimak batuku dari sungai sejak kutanya akar-akarnya ibuku berdara…