Puisi: Pamuk (Karya Agus R. Sarjono) Pamuk Adalah salju yang mempertemukan orang sunyi dengan puisi ketika perempuan yang tertindas menghidupkan emansipasi dengan bunuh di…
Puisi: Chairil (Karya Agus R. Sarjono) Chairil Pada kereta senja Chairil menebal jendela cinta dan bahagia makin jauh saja mendengking Chairil…
Puisi: Cervantes (Karya Agus R. Sarjono) Cervantes Dengan pena terhunus kau pacu keledai sastra menerjang kincir keramat hikayat bangsawan dan raja-raja hingga porak-poranda dan m…
Puisi: Bisakah Kutulis Puisi tentang Paris? (Karya Agus R. Sarjono) Bisakah Kutulis Puisi tentang Paris? Bukankah bait-bait tadi hampir jadi sajak yang manis dan mungkin ingin abadi. Ditulis di Paris kota s…
Puisi: Sajak Palsu (Karya Agus R. Sarjono) Sajak Palsu Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah dengan sapaan palsu. Lalu mereka pun belajar sejarah palsu dari buku-buku pa…
Puisi: Nietzsche (Karya Agus R. Sarjono) Nietzsche Dengan hebat Nietzsche menghantamkan palu ke jidat filsafat. Sejak itu semua buku terpaku dan bahasa mengerang dilanda migren hi…
Puisi: Iklan Wisata Sebuah Biro Perjalanan (Karya Agus R. Sarjono) Iklan Wisata Sebuah Biro Perjalanan Jika Anda datang ke Indonesia, jangan lupa datang ke Aceh. Negeri tua yang tabah, tajam rencongnya bikin …
Puisi: Syair Pindah Rumah (Karya Agus R. Sarjono) Syair Pindah Rumah Sambil mengemasi barang-barang dan kenangan, berapa kali sebenarnya kita sanggup berpindah rumah, mengubah alamat dan…
Puisi: Ranggawarsita (Karya Agus R. Sarjono) Ranggawarsita Zaman edan yang bahagia, di manakah gerangan Ranggawarsita? Sunyaruri seisi negeri. Siapa bertahta di ujung harta? …
Puisi: Paz (Karya Agus R. Sarjono) Paz Pada relung-relung puisi suara-suara lain tak terpermanai mengirim isyarat darurat lewat bisik batuan senyap Puisi pun menjelma gu…