Puisi Agus R. Sarjono

Puisi: Nietzsche (Karya Agus R. Sarjono)

Nietzsche Dengan hebat Nietzsche menghantamkan palu ke jidat filsafat. Sejak itu semua buku terpaku dan bahasa mengerang dilanda migren hi…

Puisi: Iklan Wisata Sebuah Biro Perjalanan (Karya Agus R. Sarjono)

Iklan Wisata Sebuah Biro Perjalanan Jika Anda datang ke Indonesia, jangan lupa datang ke Aceh. Negeri tua yang tabah, tajam rencongnya bikin …

Puisi: Syair Pindah Rumah (Karya Agus R. Sarjono)

Syair Pindah Rumah Sambil mengemasi barang-barang dan kenangan, berapa kali  sebenarnya kita sanggup berpindah rumah, mengubah alamat  dan…

Puisi: Ranggawarsita (Karya Agus R. Sarjono)

Ranggawarsita Zaman edan yang bahagia, di manakah  gerangan Ranggawarsita? Sunyaruri seisi negeri. Siapa bertahta  di ujung harta? …

Puisi: Paz (Karya Agus R. Sarjono)

Paz Pada relung-relung puisi suara-suara lain tak terpermanai mengirim isyarat darurat lewat bisik batuan senyap Puisi pun menjelma gu…

Puisi: Di Sebuah Restoran Indonesia (Karya Agus R. Sarjono)

Di Sebuah Restoran Indonesia, Juni 1998 Berilah kami sepiring makanan, dengan menu bergizi. Maafkan kami. S…

Puisi: Chairil (Karya Agus R. Sarjono)

Chairil Pada kereta senja Chairil menebal jendela cinta dan bahagia makin jauh saja mendengking Chairil…

Puisi: Di Jembatan Mirabeau (Karya Agus R. Sarjono)

Di Jembatan Mirabeau Di bawah jembatan Mirabeau, mengalir cinta Appolonaire juga cemasku. Kupandangi langit biru dan terbayang kembali jemb…

Puisi: Sajak Palsu (Karya Agus R. Sarjono)

Sajak Palsu Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah dengan sapaan palsu. Lalu mereka pun belajar sejarah palsu dari buku-buku pa…

Puisi: Hasek (Karya Agus R. Sarjono)

Hasek ( di Gaza ) Mohon melapor tuan, kami mencari Schweik di Jalur Gaza tapi belum juga ditemukan. Kami ing…
© Sepenuhnya. All rights reserved.