Puisi: Hang Tuah (Karya Amir Hamzah) Hang Tuah Bayu berpuput alun digulung Bayu direbut buih dibubung. Selat Melaka ombaknya memecah Pukul-memukul belah-membelah. Bahtera …
Puisi: Berdiri Aku (Karya Amir Hamzah) Berdiri Aku Berdiri aku di senja senyap Camar melayang menepis buih Melayah bakau mengurai puncak Berjulang datar ubur terkembang…
Puisi: Padamu Jua (Karya Amir Hamzah) Padamu Jua Habis kikis segala cintaku hilang terbang pulang kembali aku padamu seperti dahulu. Kaulah kandil kemerlap pelita jendela di…
Buku: Buah Rindu (Koleksi Puisi Amir Hamzah 1941) Buku Buah Rindu karya Amir Hamzah adalah sebuah kumpulan puisi yang diterbitkan pada tahun 1941, menampilkan perjalanan emosional dan intelektual pen…
Puisi: Hanyut Aku (Karya Amir Hamzah) Hanyut Aku Hanyut aku, kekasihku! Hanyut aku! Ulurkan tanganmu, tolong aku. Sunyinya sekelilingku! Tiada suara kasihan, tiada angin mendin…
Puisi: Karena Kasihmu (Karya Amir Hamzah) Karena Kasihmu Karena kasihmu Engkau tentukan sehari lima kali kita bertemu. Aku inginkan rupamu ku lebihi sekali sebelum cuaca menali…
Puisi: Di Tepi Pantai (Karya Amir Hamzah) Di Tepi Pantai Ombak berderai di tepi pantai, Angin berembus lemah lembut. Puncak kelapa melambai-lambai, Di ruang angkasa awan bertabut. Burung t…
Puisi: Kurnia (Karya Amir Hamzah) Kurnia Kau kurniai aku Kelereng kaca cerah cuaca Hikmat raya tersembunyi dalamnya Jua bahaya dikandung kurnia, jampi kau beri Menundukkan …
Puisi: Astana Rela (Karya Amir Hamzah) Astana Rela Tiada bersua dalam dunia tiada mengapa hatiku sayang tiada dunia tempat selama layangkan angan meninggi awan. Jangan perca…
Puisi: Doa (Karya Amir Hamzah) Doa Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku? Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik, setelah menghalaukan p…
Puisi: Berlagu Hatiku (Karya Amir Hamzah) Berlagu Hatiku Bertangkai bunga kusunting kujunjung kupuja, kurenung berlagu hatiku bagai seruling kukira sekalini menyecap untun…
Puisi: Kusangka (Karya Amir Hamzah) Kusangka Kusangka cempaka kembang setangkai rupanya melur telah diseri ... hatiku remuk mengenangkan ini wangsangka dan was-was silih bergan…