Puisi: Dengan Puisi, Aku (Karya Taufiq Ismail) Dengan Puisi, Aku Dengan puisi aku bernyanyi Sampai senja umurku nanti Dengan puisi aku bercinta Berbatas cakrawala Dengan puisi aku men…
Puisi: Hujan Bulan Juni (Karya Sapardi Djoko Damono) Hujan Bulan Juni tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu. tak ada yang l…
Puisi: Derai-Derai Cemara (Karya Chairil Anwar) Derai-Derai Cemara cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpenda…
Puisi: Cintaku Jauh di Pulau (Karya Chairil Anwar) Cintaku Jauh di Pulau Cintaku jauh di pulau, gadis manis, sekarang iseng sendiri. Perahu melancar, bulan memancar, di leher kukalungkan ole-…
Puisi: Aku Ingin (Karya Sapardi Djoko Damono) Aku Ingin aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. aku ing…
Puisi: Dua Wanita (Karya Toeti Heraty) Dua Wanita (untuk Dewi Rais) silakan-silakan masuk senyum ringan dan berat isyarat – ada topeng di dinding belakang – rumah ini r…
Puisi: Gadis Peminta-minta (Karya Toto Sudarto Bachtiar) Gadis Peminta-minta Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka …
Puisi: Nisan (Karya Chairil Anwar) Nisan Untuk Nenekanda Bukan kematian benar menusuk kalbu Keridhaanmu menerima segala tiba Tak kutahu setinggi itu di atas d…
Puisi: Anakmu Bukan Milikmu (Karya Kahlil Gibran) Anakmu Bukan Milikmu Anakmu bukan milikmu. Mereka putra-putri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri. Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari …
Puisi: Di Bawah Kibaran Sarung (Karya Joko Pinurbo) Di Bawah Kibaran Sarung Di bawah kibaran sarung anak-anak berangkat tidur di haribaan malam. Tidur mereka seperti tidur yang bak…
Puisi: Pertanyaan (Karya Cyntha Hariadi) Pertanyaan Bila cinta adalah semua dan segala sesuatu yang manis, lembut dan benar, tak tertebus aku. Bila aku berhenti mencinta, siapa yang akan men…
Puisi: Penerimaan (Karya Chairil Anwar) Penerimaan Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kemb…
Puisi: Diponegoro (Karya Chairil Anwar) Diponegoro Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Lawan banyaknya seratus…
Puisi: Tuhan, Kita Begitu Dekat (Karya Abdul Hadi WM) Tuhan, Kita Begitu Dekat Tuhan, Kita begitu dekat Sebagai api dengan panas Aku panas dalam apimu Tuhan, Kita begitu dekat Seperti k…