Puisi: Aku Ingin (Karya Sapardi Djoko Damono) Aku Ingin aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. aku ing…
Puisi: Nisan (Karya Chairil Anwar) Nisan Untuk Nenekanda Bukan kematian benar menusuk kalbu Keridhaanmu menerima segala tiba Tak kutahu setinggi itu di atas d…
Puisi: Aku (Karya Chairil Anwar) Aku (Versi Deru Campur Debu) Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang 'kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan …
Puisi: Diponegoro (Karya Chairil Anwar) Diponegoro Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Lawan banyaknya seratus…
Puisi: Blues untuk Bonnie (Karya W.S. Rendra) Blues untuk Bonnie Kota Bostron lusuh dan layu kerna angin santer, udara jelek, dan malam larut yang celaka. Di dalam café itu …
Puisi: Tidak Setiap Tunas Akan Tumbuh (Karya Eka Budianta) Tidak Setiap Tunas Akan Tumbuh Tidak setiap tunas akan tumbuh Tidak setiap tumbuh jadi kuncup Tidak setiap kun…
Puisi: Tanda Bersyukur (Karya Rahmah Purwahida) Tanda Bersyukur Menulislah Menulislah Menulislah Untuk kebermanfaatan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara Jauhkan kegelapan hati Jauhkan kepenata…
Puisi: Tapi (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Tapi aku bawakan bunga padamu tapi kau bilang masih aku bawakan resahku padamu …
Puisi: Candra (Karya Sanusi Pane) Candra Badan yang kuning-muda sebagai kencana, Berdiri lurus di atas reta bercaya, Dewa Candra keluar dari i…
Puisi: Nelayan Tersesat (Karya Dorothea Rosa Herliany) Nelayan Tersesat "Sampanku tersesat di sebuah negeri terbuka," jerit seorang nelayan kecil dan papa. "Di mana-mana pintu. si…
Puisi: Melipat Jarak (Karya Sapardi Djoko Damono) Melipat Jarak (1) Jarak antara kota kelahiran dan tempatnya tinggal sekarang dilipatnya dalam salah satu sudu…
Puisi: Interlude Perjalanan (Karya Wayan Jengki Sunarta) Interlude Perjalanan (1) kita melaju searah jalanan yang kian mendebarkan gerimis tak lagi dingin bara cinta masih menghangati jiwa mesk…