Puisi: Api Sita (Karya Arif Bagus Prasetyo) Api Sita Lebur jasadku ke dalam nyala! Sita memekik. Sebelum ambruk ke sebalik semak asap yang menjulang. Hawa panas dan gemertak busa…
Puisi: Bintang Pulsar (Karya Arif Bagus Prasetyo) Bintang Pulsar Angin. Berhari-hari yang dihadangnya adalah angin. Ia dengar geleparnya: Delapan mata setan yang mengguncang obor-obor daun …
Puisi: Epilog Sebuah Pagi (Karya Arif Bagus Prasetyo) Epilog Sebuah Pagi Dalam kemuraman cahaya pagi Kuterka daun-daun gugur dan menghijau Kembali. Kemudian tik-tik gerimis Suara gelap malam ha…
Puisi: Hujan tak Tercatat (Karya Arif Bagus Prasetyo) Hujan tak Tercatat Di akhir hujan ini: Kenangan kita yang kuyup akan berhembus Melayarkan perahu. Sepanjang kanal dan gudang-gudang tua …
Puisi: Bintang (Karya Arif Bagus Prasetyo) Bintang Mataku lelah, tapi tak mau terpejam. Bersikeras memandang bintang yang ingin padam. Aku dan bintang saling pandang. Bertukar ta…
Puisi: Dari Dunia Sayup (Karya Arif Bagus Prasetyo) Dari Dunia Sayup Kucup dadaku terakhir kali! Sengatmu. Sengat hasrat tak berjejak di jendela. Kamar nanar. Geliat sendat napas kita pun…
Puisi: Insomnia (Karya Arif Bagus Prasetyo) Insomnia (- IHH 231) Jangan kaubukakan pintu meski nafsu dan nausea tak berkedip mengetukmu. Jam jahanam. Malam mendenguskan kurban. …
Puisi: Permainan Cahaya (Karya Arif Bagus Prasetyo) Permainan Cahaya melangkah ke arah mula Cahaya hanya bisa bila aku sudah mampu sepenuhnya mendekap dingin jejakmu. Sepasang kumbang di…
Puisi: Perjalanan Ambang Meditasi (Karya Arif Bagus Prasetyo) Perjalanan Ambang: Meditasi Mendadak wajah kita penuh kabut Terjatuh di antara tebing, riak air, dan Tiang-tiang listrik yang gemetar Mena…
Puisi: Memoar di Jendela (Karya Arif Bagus Prasetyo) Memoar di Jendela (1) sebab seberkas tangga cahaya ini, kasih kembali engkau terhisap pada menara. musim pun tak pernah singgah di sana. j…
Puisi: Sejam Percakapan dalam Sepi (Karya Arif Bagus Prasetyo) Sejam Percakapan dalam Sepi sejam lalu: sepi turun menyergapku erat-erat lewat detik yang sekarat dan terguling terbanting-banting bercece…
Puisi: Akar Ginseng Pulau Jeju (Karya Arif Bagus Prasetyo) Akar Ginseng Pulau Jeju Sarang Teoul Di seberang pondok hutan terbentang sungai. Lusuh dan temaram. Pejalan-tidur sepanjang musim yang ter…
Puisi: Naga (Karya Arif Bagus Prasetyo) Naga Terbang. Terkam aku dalam igaumu! Naga: seringan taklimat perang, bergulung sepanjang petang, denting logam hari-hari yang bertarun…