Puisi Arif Bagus Prasetyo

Puisi: Euthanasia (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Euthanasia bagai detak jarum jam tua yang menjerit pada dinding kamar gas Seperti ini: sejarah selalu lahir di atas altar di sebuah …

Puisi: Jula-juli Pejalan Tidur (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Jula-juli Pejalan Tidur (- Surabaya, suatu masa) Takkan kuputar sumbu tubuhmu menyusuri jejak hangus kata-kata yang tercecer sepanjang jam…

Puisi: Panorama Kolam (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Panorama Kolam (1) "Dan kecemasanku mencemari seluruh kolam, Tuhan!" Bangkai kapal, serpih darah dan air mata Hitam. Kefanaan me…

Puisi: Kaligrafi (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Kaligrafi (I) Jalan setapak hutan bambu seekor ular menyelinap ke balik batu (II)   Dihadang gunung, angin meliuk pohonan runduk …

Puisi: Talk Show (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Talk Show O, Lord, bury me here! Pada darah, dilukiskannya semacam lanskap: Spot-spot elektris, kebun yang terbakar, suasana orgi; jalur…

Puisi: Prosesi Bulan Mati (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Prosesi Bulan Mati Tangga batu Pelaminan matahari dan sesaji Dalam pusar sang dewa.  Di bawahnya Upacara dimulai:  Sembilan bulan mati…

Puisi: Bidadari (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Bidadari Tuhan, aku ingin terbang, bisikmu. Dan seketika kamu bangkit lewat hujan yang semalam kucemaskan. Celah basah di matamu, hutan musim gu…

Puisi: Rubayat (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Rubayat Hutan gugur itu terus-menerus melepaskan daun-daunnya ke arah musim yang hampir mati. Ada selembar: hampir, bisikmu. Tapi liha…

Puisi: Mimpi Winter di Negeri Tropik (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Mimpi Winter di Negeri Tropik Di atas lapisan es dari sebalik mimpi yang hampir mati: Aku bangkit dengan sejuta kereta salju meluncur …

Puisi: Igau Bulan (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Igau Bulan Selamat malam , Gelap, bisikmu... Pejam. Tercium bau karbol bercampur bayang-bayang melayang menyelusup sal-sal remang memut…

Puisi: Semenanjung (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Semenanjung Matahari, seekor singa kuning yang meraung mengerang mencengkeram daging kelam cakrawala ingatanku yang terguncang. Di ujung s…

Puisi: Tajam Karang (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Tajam Karang andai nanti Kautubuhkan nyala keningku di tajam karangMu biarlah kini kubakari musim demi musim yang menguning sepanjang oase y…

Puisi: Matahari (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Matahari (- Uluwatu, upacara) Bila nanti matahari telah angslup dalam darah; apakah ia akan redup atau makin parah menikam jantung? …
© Sepenuhnya. All rights reserved.