Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Avianti Armand

Puisi: Malam (Karya Avianti Armand)

Malam – untuk Ibu Seperti ini aku akan mengingat malam: Ayahku terbang setelah gelap dengan deru besi seperti derap dan ia belum akan…

Puisi: Pergi Berkemah (Karya Avianti Armand)

Pergi Berkemah Syahadat Para Pekemah: Orang dewasa mengirim kami pergi berkemah agar selamanya kami kembali mencicipi darah kami sendiri. …

Puisi: Hawa (Karya Avianti Armand)

Hawa Baiklah kita khayalkan bahwa perempuan itu ada dan ular itu ada dan taman di Eden itu ada. Dan seperti Tuhan, kita mulai m…

Puisi: Seperti Biasa (Karya Avianti Armand)

Seperti Biasa Seperti biasa, kita terdampar lagi pada chorus terakhir sebuah karusel dan satu malam sepia; Tempat ini mungkin…

Puisi: Menit (Karya Avianti Armand)

Menit Di kotak telepon, cahaya membiru seperti memar. Di dering ketiga, kita sama-sama tahu – huruf-huruf setebal kitab itu tak akan …

Puisi: Gadis Kecil dan Paus Bertanduk (Karya Avianti Armand)

Gadis Kecil dan Paus Bertanduk – untuk Pita Di batas laut yang selalu pergi, gadis kecil dan paus bertanduk itu diam mengapung. Sulit menguc…

Puisi: Monster dalam Sepen (Karya Avianti Armand)

Monster dalam Sepen Monster yang ini menjerang air. Monster yang itu mengasah pisau. Monster yang satu membuka anggur. Monster yan…

Puisi: Museum Masa Kecil (Karya Avianti Armand)

Museum Masa Kecil Akhirnya museum itu dibuka kemarin. Tak banyak yang datang, alamatnya agak susah dicari: Hujan, Gelas Susu Ke-3, sa…

Puisi: Kelas Menggambar (Karya Avianti Armand)

Kelas Menggambar Di Kelas Menggambar kami belajar menggambar peta perjalanan cahaya dan cahaya mengubah benda-benda menjadi ada dan satu saa…

Puisi: Nanti Saja (Karya Avianti Armand)

Nanti Saja dari video Ragnar Kjartansson Kematian: Selamat pagi. Aku kematian Aku: Selamat pagi . Tapi siapa namamu? Kematian: …
© Sepenuhnya. All rights reserved.