Puisi Catur Stanis

Puisi: Serenada Sulfatara (Karya Catur Stanis)

Serenada Sulfatara Tataplah matamu ke utara tempat dimana sang raksasa mendendangkan nyanyian sulfatara menyungging senyum erupsi…

Puisi: Bisa Jadi (Karya Catur Stanis)

Bisa Jadi bisa jadi akulah penyair salon dengan secawan anggur di tangan ku pinang rembulan dalam dekapan bukan ku tak ingin m…

Puisi: Pintaku (Karya Catur Stanis)

Pintaku Kalau kau minta seribu tahun lagi ku minta abadi tiada henti kalau kau bilang sekali berarti sesudah itu mati ku bilang …

Puisi: Batu-Buta-Tabu-Tuba (Karya Catur Stanis)

Batu-Buta-Tabu-Tuba Batu itu terlempar di mataku butalah aku gara-gara permainan tabu yang menjadi tuba dalam hidupku. Sumber: Sol…

Puisi: Sunyi Tak Sepi (Karya Catur Stanis)

Sunyi Tak Sepi Sepi bisa mengoyakmu sampai mati namun sunyi menjahitnya menjadi utuh lagi sepi melukaimu dengan rasa nyeri namun…
© Sepenuhnya. All rights reserved.