Puisi D. Kemalawati

Puisi: Katakan Apa yang Kau Tahu Setelah Gempa Bumi (Karya D. Kemalawati)

Katakan Apa yang Kau Tahu Setelah Gempa Bumi Katakan apa yang kau tahu tentang gempa bumi setelah sepotong kak…

Puisi: Nak, Tak Ada yang Bisa Mengubahmu (Karya D. Kemalawati)

Nak, Tak Ada yang Bisa Mengubahmu (19 Tahun Fathurrahman Helmi) Nak, sejak dalam rahim Ibu tak ingin menduga-d…

Puisi: Negeri Ladang Semu (Karya D. Kemalawati)

Negeri Ladang Semu Petakan olehmu negeri ini dengan skala waktu pohon-pohon dan luas sungai pantai digerus ombak bukit-bukit dan gunung-gunung dengan…

Puisi: Suatu Senja di Bukit Lamreh (Karya D. Kemalawati)

Suatu Senja di Bukit Lamreh Setelah tujuh puluh empat anak tangga aku merasa cukup tinggi dalam kesunyian …

Puisi: Kita Tak Belajar Membaca Tanda-Tanda (Karya D. Kemalawati)

Kita Tak Belajar Membaca Tanda-Tanda ketika kita terhuyung-huyung dalam goncangan panjang ketika kita bersidekap rapat dengan bumi …

Puisi: Jakarta (Karya D. Kemalawati)

Jakarta Semalam terakhir itu seribu jarum di bantal tidur mengukir luka. Jakarta, 1989 Analisis Puis…

Puisi: Kepada Bouazizi, Pedagang Buah di Tunisia (Karya D. Kemalawati)

Kepada Bouazizi, Pedagang Buah di Tunisia Bouazizi, aku tak tahu apa Dia menyambutmu ke pelukan atau menjauh m…

Puisi: Tanah Air, Milik Siapa (Karya D. Kemalawati)

Tanah Air, Milik Siapa Katakanlah milikmu hari ini kau hamburkan jutaan peluru tanah bersimbah darah damai…

Puisi: Cahaya, Masuklah ke Dalam Sajakku (Karya D. Kemalawati)

Cahaya, Masuklah ke Dalam Sajakku Aku tak ingin kegelapan merendah matahari biar sajaknya menjelma cahaya me…

Puisi: Berhentilah Mengepung Langit (Karya D. Kemalawati)

Berhentilah Mengepung Langit Meski pun kau coba mengepung langit dengan bara menyulut nyala membakar pucuk gersang hingga asapnya tumpah ke…

Puisi: Sebuah Perahu dan Seorang Nelayan (Karya D. Kemalawati)

Sebuah Perahu dan Seorang Nelayan Di Tengah Laut Tawar Hanya itu yang kutemukan saat menyibak tirai kehidupan te…

Puisi: Mata Api Matamu (Karya D. Kemalawati)

Mata Api Matamu Aku tak peduli lagi kata-katamu kau sendu tatkala gerimis dan bulan jatuh di dermaga, di ata…

Puisi: Menulis Keadilan di Dinding Abu (Karya D. Kemalawati)

Menulis Keadilan di Dinding Abu Aku bukan jemu Tapi kehadiranmu yang memenuhi dinding kaca Dan dibaca hanya …
© Sepenuhnya. All rights reserved.