Puisi: Mengeja Gerimis (Karya Dimas Indiana Senja) Mengeja Gerimis Gerimis mencubit-cubit mukaku Sore itu, di sebuah halte Dimana engkau memastikan kehadiran …
Puisi: Lingkar Cahaya (Karya Dimas Indiana Senja) Lingkar Cahaya Dalam lingkar cahaya, yang Sungai mengalir di tepiannya. Aku melihat senyum doa di dalam Matamu yang berbinar. Februar…
Puisi: Di Pertengahan Jalan (Karya Dimas Indiana Senja) Di Pertengahan Jalan (M enuju hatimu ) Kembali aku mengikuti garis airmu Agar usai terik ini pada penghabis…
Puisi: Catatan-Catatan Kecil (Karya Dimas Indiana Senja) Catatan-Catatan Kecil Yang Kubuat Saat Purnama Menguning Di Wajah Perempuan ( : Primadita Herdiani ) Malam lim…
Puisi: Dalam Kuasa Senja (Karya Dimas Indiana Senja) Dalam Kuasa Senja ( : Menuju Bumijawa ) Dalam pengembaraanku di bukit puisi, Tampak sebuah istana megah Me…
Puisi: Tadarrus (Karya Dimas Indiana Senja) Tadarrus Mengeja malam, adalah menunggu datang rembulan, Melepas mega yang telah berkabar kepulangan senja, L…
Puisi: Perempuan yang Menamai Dirinya Hujan (Karya Dimas Indiana Senja) Perempuan yang Menamai Dirinya Hujan (1) Seorang perempuan menunggu senja, Di sela jemari lentiknya ia gantung…
Puisi: Sabda Angin (Karya Dimas Indiana Senja) Sabda Angin (: DR.K.H. Moh. Roqib, M.Ag ) Daun-daun seketika itu menjadi kering, Menamatkan riwayat ke pan…
Puisi: Doa di Awal Oktober (Karya Dimas Indiana Senja) Doa di Awal Oktober Dan jika langit sore ini terang gulita, Kan kusetubuhi kau sepanjang malam yang kunang. 2011 Analisis Puisi : Puisi &qu…
Puisi: Kisah Kita Tinggallah Nama (Karya Dimas Indiana Senja) Kisah Kita Tinggallah Nama Setelah lama kukubur dalam-dalam rasa sakit yang paling rintih ini, kau mengabariku berita tentang kematian sejarah, d…
Puisi: Fragmen Doa dalam Hujan (Karya Dimas Indiana Senja) Fragmen Doa dalam Hujan (1) Dari hujan yang tak mampu kau dan-ku tepis ini Awal mula segala sabda Sejak kata-kata tak habis kau baca Sejara…
Puisi: Pertem(p)u(r)an (Karya Dimas Indiana Senja) Pertem(p)u(r)an Seperti hujan kau hujam aku dengan pernyataan dan pertanyaan tentang waktu Dingin dan i…
Puisi: Sebab Adamu (Karya Dimas Indiana Senja) Sebab Adamu Dan langit telah gelap genap membawaku pada malam yang asing dan bising Kulihat matamu berbinar bersinar terang lagi tenang …
Puisi: Lautan Kalam (Karya Dimas Indiana Senja) Lautan Kalam Rembulan memerah tangispun memecah Seumpama sekeping luka memancarkan duka Tampak tangan-tang…
Puisi: Buka Puasa (Karya Dimas Indiana Senja) Buka Puasa Kini, langkah kita hampir sampai di tempat matahari terbenam, Saat selendang senja lebih dekat dar…