Puisi Fitri Wahyuni

Puisi: Malam di Tepi Danau (Karya Fitri Wahyuni)

Malam di Tepi Danau Bintang-bintang menetes ke air danau yang hitam pekat. Malam menjadi doa, dan doa menjadi harapan, semoga Maninjau selalu tenang …

Puisi: Bayangan yang Mengikuti (Karya Fitri Wahyuni)

Bayangan yang Mengikuti Aku berjalan sendiri di jalan, Namun bayangan tak pernah tertinggal. Ia bergerak tanpa cahaya, Mengikuti tanpa suara. Kutoleh…

Puisi: Bisikan Tengah Malam (Karya Fitri Wahyuni)

Bisikan Tengah Malam Tengah malam sunyi membeku, Jam berdetak menghitung waktu. Tiba-tiba terdengar suara, Memanggil namaku tanpa rupa. Kucari asalny…

Puisi: Rahasia di Balik Cermin (Karya Fitri Wahyuni)

Rahasia di Balik Cermin Cermin retak memantulkan wajah, Namun bayangku tampak berubah. Ia tersenyum saat aku diam, Matanya hidup, terasa kelam. Kucob…

Puisi: Rumah Tanpa Nama (Karya Fitri Wahyuni)

Rumah Tanpa Nama Di ujung jalan rumah berdiri, Tak bernama, tak berpenghuni. Pintu terbuka menyambut sepi, Seakan menunggu jiwa yang pergi. Langkahku…

Puisi: Jejak di Lorong Sunyi (Karya Fitri Wahyuni)

Jejak di Lorong Sunyi Di lorong sunyi waktu terhenti, Langkah-langkah tanpa kaki berbunyi. Bayang berlari tanpa tubuh, Mengajak jiwa masuk ke labirin…

Puisi: Mata di Balik Kabut (Karya Fitri Wahyuni)

Mata di Balik Kabut Kabut turun menelan pagi, Menyimpan rahasia yang tak terperi. Sepasang mata mengintai diam, Menyelinap dalam ruang kelam. Kucari …

Puisi: Lembah yang Menyimpan Sejarah (Karya Fitri Wahyuni)

Lembah yang Menyimpan Sejarah Di balik air biru Maninjau ada cerita masa lalu, tentang letusan gunung, tentang kampung-kampung yang lahir dari luka b…

Puisi: Di Balik Pintu Juli (Karya Fitri Wahyuni)

Di Balik Pintu Juli Ada kisah di balik pintu Juli, tentang pertemuan yang tak jadi. Langkahmu tertinggal di beranda, aku simpan dalam secangkir senja…

Puisi: Senja di Balik Bukit (Karya Fitri Wahyuni)

Senja di Balik Bukit Senja melukis langit dengan warna jingga dan ungu. Danau Maninjau jadi kanvas, airnya memantulkan doa-doa yang tak pernah habis …

Puisi: Nyanyian Angin Maninjau (Karya Fitri Wahyuni)

Nyanyian Angin Maninjau Angin menyanyi di permukaan danau, membawa aroma padi muda. Aku menutup mata, mendengar suara kampung, suara ibu memanggil m…

Puisi: Ombak Kecil di Tepi Rindu (Karya Fitri Wahyuni)

Ombak Kecil di Tepi Rindu Di tepi danau ombak kecil berlari menyentuh kaki, seolah mengajakku kembali. Aku merindukan perahu bambu yang dulu menganta…

Puisi: Kabut Pagi di Danau Maninjau (Karya Fitri Wahyuni)

Kabut Pagi di Danau Maninjau Kabut turun perlahan mendekap air yang diam seperti rahasia lama yang disimpan alam. Aku mendengar bisik doa dari nelaya…
© Sepenuhnya. All rights reserved.