Puisi: Dia yang Mati Dibunuh (Karya HR. Bandaharo) Dia yang Mati Dibunuh dia yang mati dibunuh oleh tangan penjagal dunia darahnya tumpah diatas pasir dan darah ini menjadi api menjalar membakar selur…
Puisi: Metropolis (Karya HR. Bandaharo) Metropolis - X Untuk Joshi Hota Hanya kemenangan, percayalah, hanya kemenangan mampu mendukung kebenaran dan keadilan. Bukan kejujuran. Kejujuran ada…
Puisi: Gairah di Bumi Merah (Karya HR. Bandaharo) Gairah di Bumi Merah untuk Tran Mai di situ rindu menanti ke situ musafir membawa diri; di situ kasih memenuhi hati di situ musafir tak enggan mati. …
Puisi: Viva Cuba! (Karya HR. Bandaharo) Viva Cuba! Pada saat-saat ini jantung kami berdetak untuk kau dan kemenanganmu, Kuba patriotik! Tekadmu Patria o Muerte mengetuk dada kami membangun…
Puisi: Vietnam (Karya HR. Bandaharo) Vietnam Di bumi Vietnam yang bersiram darah Setiap tapaktanah dibela dengan nyawa Dalam perjuangan menjunjung kedaulatan manusia ini Pahlawan-pahlawa…
Puisi: Tu Tjin Fang (Karya HR. Bandaharo) Tu Tjin Fang (aktris opera Peking) berjalan melenggang gemelai melangkah berjingkat mengintai berlari menepis, bersilat menangkis; menating baki mele…
Puisi: Dosa Apa (Karya HR. Bandaharo) Dosa Apa kelam menyungkup alam laksana langit terhempas ke bumi. bintang-bintang pudar bertaburan besi dan besi berlaga, memercikkan api. kelam men…
Puisi: Tak Seorang Berniat Pulang (Karya HR. Bandaharo) Tak Seorang Berniat Pulang Barisan menyongsong haridatang kuwakili kini ini; derita dan duka dari zamanku kudukung di punggung Tak seorang berniat pu…
Puisi: Antara Dua Sungai (Karya HR. Bandaharo) Antara Dua Sungai (1) untuk Pai Yu-hua Senja itu aku berdiri di tebing-beton Sungai Mutiara Berapa lama sudah air ini bulak-balik ke laut? Dia membaw…
Puisi: Laki-Laki dari Selatan (Karya HR. Bandaharo) Laki-Laki dari Selatan kepada penari An Sung Hi Seorang laki-laki dari daerah Seribu Pulau di Selatan telah datang ke Utara, ke daerah Seribu Bukit. …