Puisi: Selamat Tinggal Manusia Budak Indonesia (Karya Hamid Jabbar) Selamat Tinggal Manusia Budak Indonesia Akulah Indonesia yang kalian puja-puja dalam lagu. Akulah Indonesia yang kalian injak-injak…
Puisi: Kaba Sirah (Karya Hamid Jabbar) Kaba Sirah Inilah kaba nan terpendam dalam ngarai. Inilah kaba nan hilang di kabut Singgalang. Inilah kaba: "sirah sirah sirah sirah!&…
Puisi: Di Taman Bunga, Luka Tercinta (Karya Hamid Jabbar) Di Taman Bunga, Luka Tercinta Di taman bunga, cinta dan luka mekar juga bersama. Para pelayat melebur-cucurkan rindunya bersama gaung sera…
Puisi: Beri Aku Satu yang Tetap dalam Diriku (Karya Hamid Jabbar) Beri Aku Satu yang Tetap dalam Diriku Sehabis mimpi yang tak jelas bagaimananya itu, tiba-tiba entah kenapa, aku telah berada saja …
Puisi: Wajah Kita (Karya Hamid Jabbar) Wajah Kita bila kita selalu berkaca setiap saat dan di setiap tempat maka tergambarlah: alangkah bermacamnya wajah kita yang…
Puisi: Potong Bebek Angsa (Karya Hamid Jabbar) Potong Bebek Angsa Tanpa pisau, seseorang bernyanyi: "Potong bebek angsa ..." Pinggulnya bergoyang bagai bebek pulang petang. Oran…
Puisi: Aroma Maut (Karya Hamid Jabbar) Aroma Maut Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku? Barangkali satu denyut lepas, o satu denyut lepas tepat di saat tak j…
Puisi: Debu (Karya Hamid Jabbar) Debu jatuh ke dalam dan hinggap di hatimu demikian lekat menghitam dan kemudian berkembang jadi dendam pekat : membunuhmu! …
Puisi: Sebelum Maut Itu Datang, Ya Allah (Karya Hamid Jabbar) Sebelum Maut Itu Datang, Ya Allah sebelum rel kereta dingin itu mesjid nan lengang diam mendekam jalanan itu taman nan pingsan …
Puisi: Komputer Teler (Karya Hamid Jabbar) Komputer Teler Kalian jejalkan data-data-data-data-data ke dalam teligaku tuli mulutku gagu duburku ngilu! kalian bilang cinta-…
Puisi: Doa Terakhir Seorang Musafir (Karya Hamid Jabbar) Doa Terakhir Seorang Musafir Amin. 1975 Sumber: Wajah Kita (1981) Analisis Puisi : Puisi "Doa Terakhir Seorang Musafir" kary…