Puisi Hamid Jabbar

Puisi: Doa Terakhir Seorang Musafir (Karya Hamid Jabbar)

Doa Terakhir Seorang Musafir Amin. 1975 Sumber: Wajah Kita (1981) Analisis Puisi : Puisi "Doa Terakhir Seorang Musafir" kary…

Puisi: Sajak-Sajak, Wesel untuk Ummi (Karya Hamid Jabbar)

Sajak-Sajak, Wesel untuk Ummi (1) Sebelum awan luruh jadi duri, aku harus pergi. Entah kemana, memang, ya kalau pun aku tetap disini, begini …

Puisi: Linglung Orang Rongsokan (Karya Hamid Jabbar)

Linglung Orang Rongsokan Orang kampung linglung aku masuk kota bingung aku rindukan resep bahagia-langsung aku! Tapi yang langsung aku tem…

Puisi: Terimakasih Wahai Kekasih (Karya Hamid Jabbar)

Terimakasih Wahai Kekasih Terima kasih wahai Kekasih Engkau masih tersenyum menyapa lirih "Hamid..." 1977 Sumb…

Puisi: Tentang Selamat (Karya Hamid Jabbar)

Tentang Selamat (I) "Selamat Siang," katamu. Tapi aku tidak menemukan matahari di langit sana, hanya segumpal awan dari r…

Puisi: Alang Kepalang Tak Terduga (Karya Hamid Jabbar)

Alang Kepalang Tak Terduga (hadiah HUT buat Bang Im) bel berbunyi dan lampu berkedipan, merah dan hijau. Alangkah gawatnya perjalanan ini,…

Puisi: Kaba Sirah (Karya Hamid Jabbar)

Kaba Sirah Inilah kaba nan terpendam dalam ngarai. Inilah kaba nan hilang di kabut Singgalang. Inilah kaba: "sirah sirah sirah sirah!&…

Puisi: Sapi (K) Emas (Karya Hamid Jabbar)

Sapi (K) Emas arus akar tanah pertanian terus memupuk kecambah merayap terus tumbuh batang terus kembang cabang terus tambah bertambah…

Puisi: Lapangan Rumput, Masa Kanak-Kanak, dan Sisa Embun (Karya Hamid Jabbar)

Lapangan Rumput, Masa Kanak-kanak, dan Sisa Embun Lapangan rumput, sisa embun dan masa kanak-kanak menggelinding bagai bola, serangga…

Puisi: Luka Itu Aneh Sekali (Karya Hamid Jabbar)

Luka Itu Aneh Sekali luka itu aneh sekali, dia menangis diam-diam ketika embun luruh dinihari, sebelum gema adzan. dan kemudian dia menyeka nanahnya,…

Puisi: Di Taman Bunga, Luka Tercinta (Karya Hamid Jabbar)

Di Taman Bunga, Luka Tercinta Di taman bunga, cinta dan luka mekar juga bersama. Para pelayat melebur-cucurkan rindunya bersama gaung sera…
© Sepenuhnya. All rights reserved.