Puisi: Jendela (Karya Idrus Tintin) Jendela Sepuluh ribu kali selamat pagi Sepuluh ribu kali selamat malam Kicau murai, fajar dan embun Uap asin dari laut yang jauh Bancuhan ketawa …
Puisi: Siantan (Karya Idrus Tintin) Siantan 1942 Kapal besi di sela gunung gelombang Laut Cina Selatan. Di anjungan Nakhoda berkacak pinggang Tubuhnya dari tembaga bersimbah asin pengal…
Puisi: Ular Itu (Karya Idrus Tintin) Ular Itu ... Tuan-tuan sekalian saya datang dan berdiri di sini untuk mengantarkan suatu kisah sebuah kesaksian tolong deng…
Puisi: Perahu (Karya Idrus Tintin) Perahu Setelah Hamzah Fansuri Perahuku kecil dan rapuh layarnya koyak dayungnya pendek alat perabotnya tak kuat-kokoh bekal airnya t…
Puisi: Elegi Nelayan Tua (Karya Idrus Tintin) Elegi Nelayan Tua Lelaki tua itu tersengguk-sengguk di emper gubuk Bulan layu rendah di langit Air mulai surut dan terlena digerogo…
Puisi: Renungan Menjelang Tidur (Karya Idrus Tintin) Renungan Menjelang Tidur jangkrik mengorek malam bintang-bintang berbisik angin dan dahan mengusap kaca jendela tongkat yang bersandar di dinding reb…
Puisi: Sahabat (Karya Idrus Tintin) Sahabat Dari perca kubangun sebuah persahabatan lama lebih lama dari layaknya orang bersahabat dibuhul mufakat saling mengerti benar-b…
Puisi: Hidup Kian Menarik (Karya Idrus Tintin) Hidup Kian Menarik Segala geramku mengangkat lagu meniup sangkakala membunyikan rebana Dalam harapku menghunjam aku mendengar bahasa yang …
Puisi: Kumpulan Asap yang Menyala (Karya Idrus Tintin) Kumpulan Asap yang Menyala Malu bertanya sesat di jalan Benar Tak salah satu aksara pun. Tanyakanlah! Bilakah kalian berhenti menabung…
Puisi: Burung Waktu (Karya Idrus Tintin) Burung Waktu Burung waktu Terbang dari tempat gelap Awal penciptaan dunia Muncullah pagi pertama Tenun bersilang lintang dua belas warna …
Puisi: Pesan Seorang Ayah kepada Anaknya (Karya Idrus Tintin) Pesan Seorang Ayah kepada Anaknya Anakku! Diam dan tenang adalah pemberian Ribut dan badai tanda kehadiran sesuatu yang baru sesudahnya ad…
Puisi: Doa (Karya Idrus Tintin) Doa Di batas kaki langit keriput cakrawala terdedah Ada sesuatu seperti terlupakan menuliskan nikmat yang pernah diterima bai…
Puisi: Malam Qadar (Karya Idrus Tintin) Malam Qadar Tadarus mengalir sejak petang Seratus nama pilihan Dan sebuah pelita di samping pintu Kelap kelip untuk memberitahu Kepada roh ibu bapaku…
Puisi: Senja (Karya Idrus Tintin) Senja Lelaki tua berjalan dalam gerimis. Waktu itu senja akhir tahun yang layu. Petang basah melengkung runduk menciumnya pada pipi. Berc…