Puisi: Hantu (Karya Inggit Putria Marga) Hantu permadani pasir menjelma kebun yang ditumbuhi jutaan jejak kaki ketika di tepi laut, aku berdiri, meletakkan tatapan di hamparan camar di bagan…
Puisi: Seorang Korban (Karya Inggit Putria Marga) Seorang Korban setelah kami menikah, kukhayalkan di dalam kamar, dengan tubuh bersalut kebaya merah mawar kutunggu kedatangannya tanpa setiti…
Puisi: Selain Empat Burung Gereja (Karya Inggit Putria Marga) Selain Empat Burung Gereja persetubuhan rel dan roda kereta melahirkan sekaligus mengusir debu-debu angin sore pertengahan tahun mencampur merek…
Puisi: Tamu Tak Bermalu (Karya Inggit Putria Marga) Tamu Tak Bermalu Meski selembut gerak asap rokok Atau sekeras palu kuli bangunan menghancurkan tembok Upaya mengusirnya serupa hasrat mengubah…
Puisi: Minggu Berdinding Ungu (Karya Inggit Putria Marga) Minggu Berdinding Ungu buah busuk pohon hujan yang rontok di semua jalan menghalangi langkah kami pergi ke taman hiburan. namun, anakku…
Puisi: Gagal Panen (Karya Inggit Putria Marga) Gagal Panen ratusan kangkung membusuk dalam pot-pot yang terbuat dari botol-botol air mineral yang ia susun vertikal pada sebuah rak di pekarangan ba…
Puisi: Tak Ada yang Istimewa (Karya Inggit Putria Marga) Tak Ada yang Istimewa tak ada yang istimewa, katanya gigi anaknya tumbuh satu demi satu, rambut dia tanggal satu demi satu ia ingin lebih da…
Puisi: Pengayuh Rakit (Karya Inggit Putria Marga) Pengayuh Rakit sebab segala yang mendatanginya selalu pergi setelah beberapa puluh hari sambil duduk mendekap lutut di tepian rakit, kepada air su…
Puisi: Saat Pagi Diserang Hujan (Karya Inggit Putria Marga) Saat Pagi Diserang Hujan pohon-pohon pisang berdaun koyak berbatang lotak tali-tali jemuran mengendur ditumpangi jamur bambu-bambu pagar…
Puisi: Karena Air (Karya Inggit Putria Marga) Karena Air dalam secangkir teh sukma daun dan tubuh gula berjumpa laut tanpa prasangka tak bisa lagi mendua. Sumber: Penyeret Babi …
Puisi: Festival Purnama (Karya Inggit Putria Marga) Festival Purnama november , entah hari keberapa setelah kelopak matahari mengatup dari balik bukit berpohon sedikit kepala purnama menyembul …
Puisi: Tawa Maitreya (Karya Inggit Putria Marga) Tawa Maitreya beberapa detik setelah dinyalakan, asap dupa meninggalkan dupa sebagian mengambang di bawah lampu gantung kristal berbentuk padma,…
Puisi: Dalam Rimba Kepalaku (Karya Inggit Putria Marga) Dalam Rimba Kepalaku tanah yang mencengkeram pepohonan adalah masa lalu awan yang kerap gagal jadi hujan adalah masa depan telaga yang te…