Puisi: Karena Air (Karya Inggit Putria Marga) Karena Air dalam secangkir teh sukma daun dan tubuh gula berjumpa laut tanpa prasangka tak bisa lagi mendua. Sumber: Penyeret Babi …
Puisi: Festival Purnama (Karya Inggit Putria Marga) Festival Purnama november , entah hari keberapa setelah kelopak matahari mengatup dari balik bukit berpohon sedikit kepala purnama menyembul …
Puisi: Tawa Maitreya (Karya Inggit Putria Marga) Tawa Maitreya beberapa detik setelah dinyalakan, asap dupa meninggalkan dupa sebagian mengambang di bawah lampu gantung kristal berbentuk padma,…
Puisi: Dalam Rimba Kepalaku (Karya Inggit Putria Marga) Dalam Rimba Kepalaku tanah yang mencengkeram pepohonan adalah masa lalu awan yang kerap gagal jadi hujan adalah masa depan telaga yang te…
Puisi: Saat Pagi Diserang Hujan (Karya Inggit Putria Marga) Saat Pagi Diserang Hujan pohon-pohon pisang berdaun koyak berbatang lotak tali-tali jemuran mengendur ditumpangi jamur bambu-bambu pagar…
Puisi: Pengasih Kedasih (Karya Inggit Putria Marga) Pengasih Kedasih telah hamba patahkan sepasang sayap kedasih, sebab telur-telur kesedihan yang bertahun dieram ulu hati hamba, menetas usai teri…
Puisi: Ujung Tunggu (Karya Inggit Putria Marga) Ujung Tunggu jam enam pagi, matahari seperti bayi. bayi kemerahan tanpa tangis menggeliat di antara awan yang bergerombol bagai buih di lautan …
Puisi: Gadis Kecil Terbingkai Jendela (Karya Inggit Putria Marga) Gadis Kecil Terbingkai Jendela bersisian dengan rumpun asoka yang bergoyang sejenak lalu diam tirai yang terikat di dekat jendela kamar y…
Puisi: Kado Istimewa (Karya Inggit Putria Marga) Kado Istimewa benda-benda di bait kedua terhampar dalam lukisan yang pagi tadi diantarkan tukang pos padaku. sebilah jarum seperti mencucuk …
Puisi: Firman (Karya Inggit Putria Marga) Firman Ada yang menitik, Sembunyi pada celah batu Ada yang mengalir Ada yang beku. Sumber: Penyeret Babi (2010) Analisis Puisi : Puisi &q…
Puisi: Petani (Karya Inggit Putria Marga) Petani di gagang cangkul sang tangan sering singgah di pundak istri sang kepala kerap rebah namun, hanya pada tanah yang menerima keringat d…
Puisi: Seorang Korban (Karya Inggit Putria Marga) Seorang Korban setelah kami menikah , kukhayalkan di dalam kamar, dengan tubuh bersalut kebaya merah mawar kutunggu kedatangannya tanpa setit…
Puisi: Minggu Berdinding Ungu (Karya Inggit Putria Marga) Minggu Berdinding Ungu buah busuk pohon hujan yang rontok di semua jalan menghalangi langkah kami pergi ke taman hiburan. namun, anakku…