Puisi: Sajak Kenalan Lamamu (Karya W.S. Rendra) Sajak Kenalan Lamamu Kini kita saling berpandangan saudara. Ragu-ragu apa pula, kita memang pernah berjumpa. Sambil berdiri di ambang pintu …
Puisi: Orang-Orang Miskin (Karya W.S. Rendra) Orang-Orang Miskin Orang-orang miskin di jalan, yang tinggal di dalam selokan, yang kalah di dalam pergulatan, yang diledek oleh i…
Puisi: Sajak Orang Kepanasan (Karya W.S. Rendra) Sajak Orang Kepanasan Karena kami makan akar dan terigu menumpuk di gudangmu. Karena kami hidup berhimpitan dan ruangmu berlebihan mak…
Puisi: Nyanyian Akar Rumput (Karya Wiji Thukul) Nyanyian Akar Rumput Jalan raya dilebarkan kami terusir mendirikan kampung digusur kami pindah-pindah menempel di tembok-t…
Puisi: Sajak Garuda (Karya Emha Ainun Nadjib) Sajak Garuda Selalu terdengar olehku suara Dari paruh Garuda itu "Kalau kau hisap darah rakyatku akan kutagih darah itu Kalau kau ambil tana…
Puisi: Selamat Tinggal Manusia Budak Indonesia (Karya Hamid Jabbar) Selamat Tinggal Manusia Budak Indonesia Akulah Indonesia yang kalian puja-puja dalam lagu. Akulah Indonesia yang kalian injak-injak…
Puisi: Presiden Boleh Pergi Presiden Boleh Datang (Karya Taufiq Ismail) Presiden Boleh Pergi Presiden Boleh Datang Sebuah orde tenggelam sebuah orde timbul tapi selalu saja ada suatu lapisan masyarakat di atas …
Puisi: Nasehat Orangtua (Karya Toto ST Radik) Nasehat Orangtua Anakku, jika ingin hidup makmur Jangan pernah jadi ketua Jadilah wakil saja: wakil rakyat. Serang, 2002 Sumber: Pangeran […
Puisi: Orang-Orang Kecil (Karya Sandy Tyas) Orang-Orang Kecil orang-orang kecil adalah bidak-bidak catur benda permainan tanpa jiwa tanpa martabat mereka bukanlah mah…
Puisi: Fragmen (Karya Leon Agusta) Fragmen Di bawah bulan atau mentari, buat apa peduli? Sorga pun tak dimimpikan lagi. Sudah dilampaui Hanya tinggal mengusapkan m…
Puisi: Di Negerimu (Karya Mustofa Bisri) Di Negerimu Di negerimu Manusia tidak punya tempat kecuali di pinggir-pinggir sejarah yang mampat. lnilah negeri paling aneh dimana keserakahan dimap…