Puisi Kupu-Kupu

Puisi: Perempuan dan Kupu-Kupu (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Perempuan dan Kupu- K upu perempuan tua itu menjelma kupu-kupu lalu membelit menjadi ular. lalu menguap jadi embun. lalu tumbuh menjelma b…

Puisi: Menghormati Bunga Bangkai (Karya A. Muttaqin)

Menghormati Bunga Bangkai Dengan bau tubuh dan sisa birahimu, kembali kaupikat aku. Batangmu berlendir, daunmu bergigir, dan kelopakmu …

Puisi: Metamorfose Kekosongan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Metamorfose Kekosongan Seperti inilah, aku letakkan ranjang dalam dadamu. kujadikan rongga-rongga sempit itu …

Puisi: Kupu-Kupu (Karya Acep Zamzam Noor)

Kupu-Kupu Aku tidur dalam pelukan bunga layu Memimpikanmu melayarkan bintang-bintang Ke ranjangmu. Sungai-sung…

Puisi: Kupu-Kupu (Karya Oka Rusmini)

Kupu-Kupu 14/5/1995 Percakapan-percakapan jadi api. Tubuhku menjelma kayu. Kucanam dalam bara. Aku mulai rajin menjilati tubuh, menyim…

Puisi: Kupu-Kupu Kaca (Karya Kriapur)

Kupu-Kupu Kaca Sehabis meninggalkan jejak kemarau lama lalu kupu-kupu menjadi kaca Aku makin mengerti keluh bumi ini Malam menjadi jal…

Puisi: Aubade (Karya Sapardi Djoko Damono)

Aubade Percik-percik cahaya. Lalu kembali hijau namamu, daun yang menjelma kupu-kupu, ketika anak-anak bernyany…

Puisi: Akankah Kutanya (Karya Rayani Sriwidodo)

Akankah Kutanya Bagai kupu-kupu bayang yang mengitari keranda akankah kutanya saat terkembang jaring di tangannya     : aku tinggal       kemungkinan…

Puisi: Ketika Jari-Jari Bunga Terbuka (Karya Sapardi Djoko Damono)

Ketika Jari-Jari Bunga Terbuka ketika jari-jari bunga terbuka mendadak terasa: betapa sengit cinta Kita cahaya bagai kabut, kabut cahay…

Puisi: Kupu-Kupu Tak Tampak Lagi di Mataram (Karya Sindu Putra)

Kupu-Kupu Tak Tampak Lagi di Mataram Mataram, sunyi dari bunyi padi Mataram, senyap dari gerak tari beaqganggas Sebatang pohon asam tua…

Puisi: Kepompong Itu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Kepompong Itu Kepompong yang tergantung di daun jambu itu mendengar kutukmu yang kacau terhadap hawa lembab ket…

Puisi: Narasi Hari Tua (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Narasi Hari Tua Antara daun-daun dan musim kering, kau sodorkan wajahmu yang dulu juga. Seekor kupu-kupu bangkit dari kepompongnya. Ini …

Puisi: Surat Seorang Istri (Karya W.S. Rendra)

Surat Seorang Istri Suamiku yang merantau Malam ini bulan pucat Pohon-pohon kelabu Berayun, di atas khayalan pucat. Dan betapa pula kelab…

Puisi: Kupu-Kupu di Dalam Buku (Karya Taufiq Ismail)

Kupu-Kupu di Dalam Buku Ketika duduk di stasiun bis, di gerbong kereta api,     di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa,     kulihat…
© Sepenuhnya. All rights reserved.