Puisi Kupu-Kupu

Puisi: Kupu-Kupu di Dalam Buku (Karya Taufiq Ismail)

Kupu-Kupu di Dalam Buku Ketika duduk di stasiun bis, di gerbong kereta api,     di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa,     kulihat…

Puisi: Kupu-Kupu (Karya Catur Stanis)

Kupu-Kupu kupu-kupu itu selalu menjelma dirimu dalam rupa yang beraneka menjerat mata untuk menatapnya aku tak ingin tanya terhenti namu…

Puisi: Seekor Kupu-Kupu Menggelepar di Jalan Raya (Karya Adri Darmadji Woko)

Seekor Kupu-Kupu Menggelepar di Jalan Raya Menggelepar di jalan raya seekor kupu-kupu ketika hari siang. Udara membasahkan baju. Seekor kupu-kupu men…

Puisi: Melihat Kupu-Kupu (Karya Fauzi Absal)

Melihat Kupu-Kupu hati siapa terkirim lewat kupu-kupu ia terbang kian kemari di udara wening. sunyi melintasi pesta bisik merendah, meninggi, meliuk …

Puisi: Pelajaran dari Kupu-Kupu (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Pelajaran dari Kupu-Kupu Untuk memiliki sayap-sayap yang indah Kupu-kupu merelakan dirinya jadi kepompong B…

Puisi: Bunga yang Tumbuh dalam Darah (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Bunga yang Tumbuh dalam Darah Bunga yang tumbuh dalam darah, adalah keringat yang kita tanam bertahun-tahun, …

Puisi: Tamsil Kupu-Kupu (Karya Tjahjono Widarmanto)

Tamsil Kupu-Kupu (1) resahku larut gugur bersama ranting bisik-Mu dikabarkan rumput dan jemari di kejauhan malaikat bergaun putih berlar…

Puisi: Kupu-Kupu (Karya Rahman Arge)

Kupu-Kupu Senja menuntunku ke puncak bukit Seekor kupu-kupu hinggap di bunga bakung Sama-sama kami mencari jalan Menuju kaki langit Nikko, 1981 Sumbe…

Puisi: Kupu-Kupu Kecil (Karya Oei Sien Tjwan)

Kupu-Kupu Kecil dua kupu-kupu kecil, lebur dalam mimpi daun-daun kering meniti kawat di langit, hijau tua sampai terkulai sayap-sayapnya, sayang reba…

Puisi: Kupu-Kupu (Karya Mozasa)

Kupu-Kupu Lihat kupu-kupu ria-gembira, kemilap kepaknya ditimpa panas. Terbang keliling tergila-gila, meninjau bunga pelepas rindu. Mata mengawas den…

Puisi: P.B. (Karya Frans Nadjira)

P.B. Musim kupu-kupu musim terakhir yang menyapanya sebelum berlayar di laut gerimis.         Ia mengenal isak ini warna kemarau dan tepi malam sampa…

Puisi: Menggoda Tujuh Kupu-Kupu (Karya Afrizal Malna)

Menggoda Tujuh Kupu-Kupu Aku tidak berjalan dengan mata melek. Kau pergi dengan mata tidur. Orang di sini membawa beban berat. Bukan soal melihat…

Puisi: Sketsa (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Sketsa Tiga kupu-kupu kecil dengan debu di sayapnya menuliskan kerlap-kerlip riwayatnya ke dalam sajakku Sekor Tedung mendesis den…

Puisi: Ziarah (Karya Beni Setia)

Ziarah Sekali waktu setapak dihapus rumput dan disembunyikan semak-perdu. Kau terlunta-lunta. Tak tahu harus bagaimana Burung-burung ber…

Puisi: Seekor Kupu-Kupu (Karya Darwanto)

Seekor Kupu-Kupu Seekor kupu-kupu itu akhirnya mencapai udara dan sesekali ia hinggap di atas bunga-bunga yang kebetulan ia tidak ditangkap oleh boca…

Puisi: Rahsia Alam (Karya Rustam Effendi)

Rahsia Alam Kulihat kupu-kupu berkejar-kejaran. Kulihat burung berédar-édaran. Kudengar air menderu-deru. Kukang lutung berseru-seru. K…
© Sepenuhnya. All rights reserved.