Puisi: Sebuah Episode (Karya Leon Agusta) Sebuah Episode Karena engkau, Eros pun tiba Dalam genangan warna-warna benua Warna malam dan siang Segala yang sayupkah cinta;…
Puisi: Dan Bermimpi Kembali (Karya Leon Agusta) Dan Bermimpi Kembali Sungguh sayang, kau bilang tak berani lagi bermimpi melihat pantai, menghitung bintang-bintang sambil berkejaran denga…
Puisi: Soneta Perpisahan (Karya Leon Agusta) Soneta Perpisahan Di luar villa berkilauan cahaya perbukitan Topan turun menjelang pagi di Monterey Pantai dan laut berkisah lew…
Puisi: Catatan Lama (Karya Leon Agusta) Catatan Lama umurku tercecer di lorong-lorong kota kampung-kampung pantai dan pedalaman sungai-sungai airnya coklat, payau rawa-…
Puisi: Hutan yang Teduh (Karya Leon Agusta) Hutan yang Teduh Hutan yang teduh terhampar di pangkuan gunung muram kelabu Kemerdekaan memang tak mungkin, kata seekor burung …
Puisi: Kisah Burung-Burung Beo (Karya Leon Agusta) Kisah Burung-Burung Beo Burung beo di dalam sangkar itu Dulunya adalah seorang filosof Konon kata orang dia juga seorang ahli hu…
Puisi: Elegi Desember 2004 (Karya Leon Agusta) Elegi Desember 2004 Dalam tsunami ini ya Allah Doa manakah gerangan yang harus kami lafazkan? Ketika topan samudera menghempas b…
Puisi: Perbedaan (Karya Leon Agusta) Perbedaan Semua yang kini kau sebut ketiadaan, tuan di sanalah sesuatu bagi hidupku Semua yang kau lewatkan tanpa menoleh, sayang …
Puisi: Doa Seorang Hakim Pensiunan (Karya Leon Agusta) Doa Seorang Hakim Pensiunan Tuhan Masih sudikah engkau mendengarkan aku? Aku hukum mereka yang aku yakin tidak bersalah Aku be…
Puisi: Dalam Kabut Hitam (Karya Leon Agusta) Dalam Kabut Hitam : Soe Hok Gie Malam-malam gemetar. Jauh-jauh renungan luluh Dari gelanggang menggigil suara memanggil Laksanakanlah renun…
Puisi: Harapan (Karya Leon Agusta) Harapan memeras air dari batu membersit darah telapak tangan 1977 Sumber: Gendang Pengembara (2012) Analisis Puisi : Pui…
Puisi: Orang-Orang Hukuman setelah Senja (Karya Leon Agusta) Orang-Orang Hukuman setelah Senja Sepi itu kembali hinggap ke bumi Sepi yang berlanjut Ke pusat larut Sementara itu awan-awan …
Puisi: Di Penyeberangan (Karya Leon Agusta) Di Penyeberangan (1) Inilah saatnya! Dalam tumpah hujan dan petir sambar menyambar Kita harus menyeberangi mulut sungai yang meng…