Puisi: Seekor Kucing dan Sepasang Burung (Karya M. Aan Mansyur) Seekor Kucing dan Sepasang Burung Ada sangkar besar di tubuh kecil setiap burung. Surga bagi para pecinta burung, tempat mereka terperangkap lupa dir…
Puisi: Menonton Film (Karya M. Aan Mansyur) Menonton Film Semesta di mana orang-orang bijak mabuk mengelilingi meja kayu besi sambil membahas masa depan kita. Udara terbuat dari asap. Aku dan k…
Puisi: Laut Berparuh Merah (Karya M. Aan Mansyur) Laut Berparuh Merah Akan kuhentikan tahun-tahun diamku demi mengatakan kau cantik. Setelah itu, aku bunuh diri. Atau memintamu menjadi seekor gagak y…
Puisi: Mendengar Radiohead (Kary: M. Aan Mansyur) Mendengar Radiohead Aku ingin belajar menangis tanpa air mata, perasan perasaan- perasaan yang lembap. Aku percaya ada perihal semacam itu; peri yang…
Puisi: Belajar Berenang (Karya M. Aan Mansyur) Belajar Berenang Kau nyala langit yang biru pada pangkal April dan awan yang menolak warna selain putih. Kau setapak berundak- undak di belakang ruma…
Puisi: Menunggu Perayaan (Karya M. Aan Mansyur) Menunggu Perayaan Sol sepatumu bicara apa kepada jalan yang menjauh? Kuberitahu, hanya sedikit orang yang mampu mencapai ujung dan ketiadaan. Sekaran…
Puisi: Langit dan Laut di Timur (Karya M. Aan Mansyur) Langit dan Laut di Timur Masa lampai sering kali kita tolak kilaunya. Sebagian bintang di langit adalah hantu. Kala hidup, mereka peta penuntun kita …
Puisi: Catatan Seorang Pedagang di Pasar Terong Makasar (Karya M. Aan Mansyur) Catatan Seorang Pedagang Di Pasar Terong Makasar Dulu aku tak percaya orang lain berani mengusirku dari rumah sendiri. Tapi kota ini memaksaku paham …
Puisi: Mengingat Pesan Ibu (Karya M. Aan Mansyur) Mengingat Pesan Ibu Setelah sampai di perhatian terakhir sajak ini, kau ingat pesan ibumu. Seluruh yang kau miliki bukan yang kau mau. Seluruh yang k…
Puisi: Memimpikan Hari Libur (Karya M. Aan Mansyur) Memimpikan Hari Libur Bunga-bunga di beranda tertawa melihat orang-orang melintas membawa kendaraan berlibur ke tempat ramai. Kemacetan, supermarket,…
Puisi: Mengunjungi Ambon (Karya M. Aan Mansyur) Mengunjungi Ambon Langit di atap teluk berwarna layar televisi yang sudah lama menolak aliran listrik. Sedih dan menarik. Kucatat empat hal lain untu…