Puisi Nanang Suryadi

Puisi: Hidup yang Kita Syukuri (Karya Nanang Suryadi)

Hidup yang Kita Syukuri : kunthi hastorini hidup yang kita jalani, hidup yang kita syukuri dengan tawa atau tangis melebur dalam c…

Puisi: Aku Berlindung pada Allah (Karya Nanang Suryadi)

Aku Berlindung pada Allah aku berlindung pada Allah, dari kebodohan napsu, yang dihembuskan setiap detik waktu, aku berlindung pa…

Puisi: Kau Tahu, Cintaku (Karya Nanang Suryadi)

Kau Tahu, Cintaku kau tahu, ada yang mendoakanmu,  semoga kau baik-baik saja  kau tahu, ada yang mencintaimu,  semoga kau baik-…

Puisi: Catatan dari Sebuah Musium (Karya Nanang Suryadi)

Catatan dari Sebuah Musium seperti kubaca lagi surat itu, dari sebuah musium: hantu-hantu bergentayangan...  " bersatulah buru…

Puisi: Orang Tak Bernegeri (Karya Nanang Suryadi)

Orang Tak Bernegeri Di manakah negerimu? Dia hanya menggelengkan kepala dan menggumam demikian panjang. Dia menandai peta dengan api Membakar batas-b…

Puisi: Segelas Jus Melon (Karya Nanang Suryadi)

Segelas Jus Melon digalau rasamu menjadi segelas jus melon, nikmati saja, teraduk-aduk memusing dalam blender rinducintamu dukacitamu Sumber: Ya…

Puisi: Mencatat Perpisahan (Karya Nanang Suryadi)

Mencatat Perpisahan buat: fudzail apa yang harus disesalkan dari sebuah perpisahan? pertemuan! kata seseorang. bukan, karena sebuah …

Puisi: UGD Tengah Malam (Karya Nanang Suryadi)

UGD Tengah Malam malam yang penuh erang, selang infus, jarum suntik, duh gusti, di bawah ambang sadar masih sanggupkah dipa…

Puisi: Cerlang Bintang Cintaku (Karya Nanang Suryadi)

Cerlang Bintang Cintaku Di sudut langit mana bintangku Cahayanya biru Kunanti hingga dinihari Kau tahu Di mana cerlang bint…

Puisi: Anak Muda dan Pesta Kemerdekaan (Karya Nanang Suryadi)

Anak Muda dan Pesta Kemerdekaan Nyalang matanya menatap gedung penuh warna lampu, iklan menyala, dan kekaburan cerita dalam buku-buku…

Puisi: Sampaikah Segala Rindu? (Karya Nanang Suryadi)

Sampaikah Segala Rindu? beri aku puisi, agar ku tak gelisah malam ini "satu kuterbangkan lewat bayu, dan satu lagi kulayarkan …

Puisi: Air Mata Ibu (Karya Nanang Suryadi)

Air Mata Ibu butiran bening yang menggelincir lewat pipi keriput dipahat angin dan waktu. menjelmalah negeri-negeri yang penuh kenangan…

Puisi: Ketika Aku (Karya Nanang Suryadi)

Ketika Aku ketika aku mencintaimu tak ingin kuterlalu ketika aku membencimu tak ingin kuterlalu tapi, hati tak tuntas segala pu…

Puisi: Kepak Sayapku Tak Sampai pada Engkau (Karya Nanang Suryadi)

Kepak Sayapku Tak Sampai pada Engkau Kepak sayapku tak sampai pada Engkau Cahaya maha cahaya cintaku Paruhku mematuk udara Memang…

Puisi: Seekor Naga (Karya Nanang Suryadi)

Seekor Naga seekor naga, mengamuk menggeliat deras di dalam dada waktu bergoncang-goncang di moncong uap panas sembur api ludahnya pan…
© Sepenuhnya. All rights reserved.