Puisi: Orang Tak Bernegeri (Karya Nanang Suryadi) Orang Tak Bernegeri Di manakah negerimu? Dia hanya menggelengkan kepala dan menggumam demikian panjang. Dia menandai peta dengan api Membakar batas-b…
Puisi: Diciptanya Cinta (Karya Nanang Suryadi) Diciptanya Cinta Dicipta-Nya cinta sebagai sebusur panah ditancapkan ke dalam dada Demikianlah dicipta-Nya juga duka bahagia, taw…
Puisi: China Town (Karya Nanang Suryadi) China Town apa yang merekatkan kita, mungkin nasi bukan steak kentang dan roti bebek panggang di chinatown london, enggan masuk…
Puisi: Terjemah Hujan (Karya Nanang Suryadi) Terjemah Hujan apa yang diterjemah dari hujan? senyap dan senyap kenangan dicipta dari dingin, sepotong raut melambailah engkau d…
Puisi: Menyapa Jakarta Siang Hari (Karya Nanang Suryadi) Menyapa Jakarta Siang Hari selamat siang jakarta. udaramu panas sekali. seperti juga panasnya persaingan orang mencari penghidupan. …
Puisi: Karena Hujan (Karya Nanang Suryadi) Karena Hujan Impian mengembun pada kaca, sebentuk wajahmu kugambar di situ Karena hujan aku kesepian, menanti dan menanti Nada te…
Puisi: Catatan Musim Hujan (Karya Nanang Suryadi) Catatan Musim Hujan hujan yang turun malam hari hantarkan dingin ke ruang ini, ada juga kerinduan dan kegalauan, menusuk-nusuk ke dalam dada …
Puisi: Seorang yang Menyimpan Kisahnya Sendiri (Karya Nanang Suryadi) Seorang yang Menyimpan Kisahnya Sendiri Ada yang menyimpan kisahnya sendiri. Di derai daun-daun jatuh. Sebuah taman kota. Dingin angin …
Puisi: UGD Tengah Malam (Karya Nanang Suryadi) UGD Tengah Malam malam yang penuh erang, selang infus, jarum suntik, duh gusti, di bawah ambang sadar masih sanggupkah dipa…
Puisi: Yang Merindu adalah Aku, Yang Mencinta adalah Aku (Karya Nanang Suryadi) Yang Merindu adalah Aku Yang Mencinta adalah Aku penyair yang merindu adakah diriku penyair yang mencinta adalah diriku menatah syair…
Puisi: Bahagia (Karya Nanang Suryadi) Bahagia kurasakan bahagia itu, dari wajahmu, terpancar cahaya, menerangi dunia Analisis Puisi : Puisi "Bahagia" kar…
Puisi: Ibu Pertiwi Pun Menangis (Karya Nanang Suryadi) Ibu Pertiwi Pun Menangis duka juga kiranya, yang diterbangkan angin padaku, sebagai kabar dari sebuah negeri terluka, kanak-kanak berhenti sek…
Puisi: Hujan yang Diam-Diam Membawa Pesan (Karya Nanang Suryadi) Hujan yang Diam-Diam Membawa Pesan hujan yang turun sore ini, hujan yang diam-diam membawa kata, yang kau titipkan penuh kerinduan ingin kut…
Puisi: Cinta Para Perindu (Karya Nanang Suryadi) Cinta Para Perindu pada degup yang gugup, puisi menyimpan rindumu diam-diam, dalam-dalam kau tahu debar yang tak terkabar, d…
Puisi: Yang Menyimpan Rindu (Karya Nanang Suryadi) Yang Menyimpan Rindu Sebagai cakrawala harapku, lengkung alis matamu Binar mata, berkas bintang-bintang mencahaya , demikian rindu …