Puisi: UGD Tengah Malam (Karya Nanang Suryadi) UGD Tengah Malam malam yang penuh erang, selang infus, jarum suntik, duh gusti, di bawah ambang sadar masih sanggupkah dipa…
Puisi: Cerlang Bintang Cintaku (Karya Nanang Suryadi) Cerlang Bintang Cintaku Di sudut langit mana bintangku Cahayanya biru Kunanti hingga dinihari Kau tahu Di mana cerlang bint…
Puisi: Anak Muda dan Pesta Kemerdekaan (Karya Nanang Suryadi) Anak Muda dan Pesta Kemerdekaan Nyalang matanya menatap gedung penuh warna lampu, iklan menyala, dan kekaburan cerita dalam buku-buku…
Puisi: Sampaikah Segala Rindu? (Karya Nanang Suryadi) Sampaikah Segala Rindu? beri aku puisi, agar ku tak gelisah malam ini "satu kuterbangkan lewat bayu, dan satu lagi kulayarkan …
Puisi: Air Mata Ibu (Karya Nanang Suryadi) Air Mata Ibu butiran bening yang menggelincir lewat pipi keriput dipahat angin dan waktu. menjelmalah negeri-negeri yang penuh kenangan…
Puisi: Ketika Aku (Karya Nanang Suryadi) Ketika Aku ketika aku mencintaimu tak ingin kuterlalu ketika aku membencimu tak ingin kuterlalu tapi, hati tak tuntas segala pu…
Puisi: Kepak Sayapku Tak Sampai pada Engkau (Karya Nanang Suryadi) Kepak Sayapku Tak Sampai pada Engkau Kepak sayapku tak sampai pada Engkau Cahaya maha cahaya cintaku Paruhku mematuk udara Memang…
Puisi: Seekor Naga (Karya Nanang Suryadi) Seekor Naga seekor naga, mengamuk menggeliat deras di dalam dada waktu bergoncang-goncang di moncong uap panas sembur api ludahnya pan…
Puisi: Yang Merindu (Karya Nanang Suryadi) Yang Merindu aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan ter…
Puisi: Ia yang Membayangkan Dirinya yang Miskin (Karya Nanang Suryadi) Ia yang Membayangkan Dirinya yang Miskin ia membayangkan bagaimana seseorang itu duduk di sebuah museum dan menulis tentang orang-ora…
Puisi: Untukmu (Karya Nanang Suryadi) Untukmu berhati-hatilah kepada orang yang selalu memujimu berlebihan, karena kelak dia akan menjerumuskanmu teman yang baik akan mengingatka…
Puisi: Orang Tak Bernegeri (Karya Nanang Suryadi) Orang Tak Bernegeri Di manakah negerimu? Dia hanya menggelengkan kepala dan menggumam demikian panjang. Dia menandai peta dengan api Membakar batas-b…
Puisi: Diciptanya Cinta (Karya Nanang Suryadi) Diciptanya Cinta Dicipta-Nya cinta sebagai sebusur panah ditancapkan ke dalam dada Demikianlah dicipta-Nya juga duka bahagia, taw…
Puisi: China Town (Karya Nanang Suryadi) China Town apa yang merekatkan kita, mungkin nasi bukan steak kentang dan roti bebek panggang di chinatown london, enggan masuk…
Puisi: Terjemah Hujan (Karya Nanang Suryadi) Terjemah Hujan apa yang diterjemah dari hujan? senyap dan senyap kenangan dicipta dari dingin, sepotong raut melambailah engkau d…