Puisi Nanang Suryadi

Puisi: Air Mata Ibu (Karya Nanang Suryadi)

Air Mata Ibu butiran bening yang menggelincir lewat pipi keriput dipahat angin dan waktu. menjelmalah negeri-negeri yang penuh kenangan…

Puisi: Ketika Aku (Karya Nanang Suryadi)

Ketika Aku ketika aku mencintaimu tak ingin kuterlalu ketika aku membencimu tak ingin kuterlalu tapi, hati tak tuntas segala pu…

Puisi: Kepak Sayapku Tak Sampai pada Engkau (Karya Nanang Suryadi)

Kepak Sayapku Tak Sampai pada Engkau Kepak sayapku tak sampai pada Engkau Cahaya maha cahaya cintaku Paruhku mematuk udara Memang…

Puisi: Seekor Naga (Karya Nanang Suryadi)

Seekor Naga seekor naga, mengamuk menggeliat deras di dalam dada waktu bergoncang-goncang di moncong uap panas sembur api ludahnya pan…

Puisi: Yang Merindu (Karya Nanang Suryadi)

Yang Merindu aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan ter…

Puisi: Ia yang Membayangkan Dirinya yang Miskin (Karya Nanang Suryadi)

Ia yang Membayangkan Dirinya yang Miskin ia membayangkan bagaimana seseorang itu duduk di sebuah museum dan  menulis tentang orang-ora…

Puisi: Engkau Bersama Malam (Karya Nanang Suryadi)

Engkau Bersama Malam (1) Mungkin engkau ingin menjamah malam dengan jemarimu, agar malam tak segera tidur, menemanimu terjaga. Mungkin ingin ka…

Puisi: Untukmu (Karya Nanang Suryadi)

Untukmu berhati-hatilah kepada orang yang selalu memujimu berlebihan, karena kelak dia akan menjerumuskanmu teman yang baik akan mengingatka…

Puisi: Orang Tak Bernegeri (Karya Nanang Suryadi)

Orang Tak Bernegeri Di manakah negerimu? Dia hanya menggelengkan kepala dan menggumam demikian panjang. Dia menandai peta dengan api Membakar batas-b…

Puisi: Diciptanya Cinta (Karya Nanang Suryadi)

Diciptanya Cinta Dicipta-Nya cinta sebagai sebusur panah ditancapkan ke dalam dada Demikianlah dicipta-Nya juga duka bahagia, taw…

Puisi: China Town (Karya Nanang Suryadi)

China Town apa yang merekatkan kita, mungkin nasi bukan steak kentang dan roti bebek panggang di chinatown london, enggan masuk…

Puisi: Terjemah Hujan (Karya Nanang Suryadi)

Terjemah Hujan apa yang diterjemah dari hujan? senyap dan senyap kenangan dicipta dari dingin, sepotong raut melambailah engkau d…

Puisi: Menyapa Jakarta Siang Hari (Karya Nanang Suryadi)

Menyapa Jakarta Siang Hari selamat siang jakarta. udaramu panas sekali. seperti juga panasnya persaingan orang mencari penghidupan. …

Puisi: Karena Hujan (Karya Nanang Suryadi)

Karena Hujan Impian mengembun pada kaca, sebentuk wajahmu kugambar di situ Karena hujan aku kesepian, menanti dan menanti Nada te…

Puisi: Catatan Musim Hujan (Karya Nanang Suryadi)

Catatan Musim Hujan hujan yang turun malam hari hantarkan dingin ke ruang ini, ada juga kerinduan dan kegalauan, menusuk-nusuk ke dalam dada …
© Sepenuhnya. All rights reserved.