Puisi Pendek

Puisi: Di Blok Apa? (Karya Remy Sylado)

Di Blok Apa? Kalau Chairil Anwar binatang jalang Di blok apa tempatnya di Ragunan? Sumber: Puisi …

Puisi: Selesai (Karya Remy Sylado)

Selesai Dia tak bicara selama satu tahun. Dia tak tertawa selama satu tahun. Dia tak makan-minum…

Puisi: Suwung (Karya Joko Pinurbo)

Suwung Kepalaku rumah sakit jiwa yang kesepian ditinggal penghuninya mudik liburan. 2014 Sumber:  Buku Latihan Tidur (2017) Analisis Puisi :…

Puisi: Dua Proposal (Karya Remy Sylado)

Dua Proposal Kekayaan bisa dari setan Keselamatan cuma dari Tuhan. Sumber:  Kerygma & Martyria (2004) Analisis Puisi: Puisi “Dua P…

Puisi: Dua Daya (Karya Remy Sylado)

Dua Daya Motivator berbicara tentang memberdayakan rakyat. Koruptor berbicara tentang memperdayakan r…

Puisi: Revolusi (Karya Agam Wispi)

Revolusi kupancing kau masuk hutan kau ikuti aku seperti bayangan tinggal pantai hilang lautan bertimbun b…

Puisi: Teks Atas Tao (Karya Remy Sylado)

Teks Atas Tao Yang mengerti malah tidak bicara Yang tak mengerti malah banyak bicara. Sumber: Puisi Mbeling (Kepustakaan Populer Gramedia,…

Puisi: Manifestasi Gagasan (Karya Remy Sylado)

Manifestasi Gagasan Mau soal keinginan. Mampu soal keterampilan. Sumber: Puisi Mbeling (Kepustakaan P…

Puisi: Hukum (Karya Wiji Thukul)

Hukum semua bengkok mana yang lurus? : juga hukum. 17 November 1996 Sumber:  Aku Ingin Jadi Peluru (2000) Analisis Puisi : Puisi "Hukum" ka…

Puisi: Mawar (Karya A. Munandar)

Mawar Tumbuh, luruh, jatuh, ... Kenang aku sebagai mawar         mekar, hanya sebentar. 1 Februari 2020 Analisis Puisi : Puis…

Puisi: Pro dan Kontra (Karya A. Munandar)

Pro dan Kontra Yang ini yang pro Yang itu yang kontra (Yang lain diam saja) Yang ini mengatakan: Yang ini baik (Setan…

Puisi: Sederhana (Karya A. Munandar)

Sederhana Terkadang bahagia itu sederhana. Terkadang sederhana itu bahagia. Januari, 2018 Analisis Puisi : …

Puisi: Waktu Doa Ulangtahun (Karya Remy Sylado)

Waktu Doa Ulangtahun Terimakasih Tuhan atas hidangan ini Berhubung Botty tiba-tiba kentut Terpaksa Amin kam…

Puisi: Sia-Sia (Karya D. Kemalawati)

Sia-Sia Mengejar bayangmu kasih bagai ombak memburu tepian tak berbekas. Meulaboh, 1989 Analisis Puisi…

Puisi: Partai Jujur (Karya Toto ST Radik)

Partai Jujur Jangan pilih partai kami Sebab kami sesungguhnya penipu Janji kami ialah kursi kami, fulus kami…

Puisi: Laut (Karya Amal Hamzah)

Laut Berdiri aku di tepi pantai Memandang lepas ke tengah laut Ombak pulang, memecah berderai Keribaan pasir rindu berpaut. Ombak data…

Puisi: Harapan (Karya Leon Agusta)

Harapan memeras air dari batu membersit darah telapak tangan 1977 Sumber:  Gendang Pengembara (2012) Analisis Puisi : Pui…

Puisi: Memo (Karya Mustafa Ismail)

Memo Kalau kau memang punya cinta, keratlah bulan dan biarkan aku mendekapnya malam ini terlalu luas buat ku…

Puisi: Kesaksian Hati (Karya D. Kemalawati)

Kesaksian Hati Inilah magma merah kenyal dan basah  berisi selaksa gundah tak tertampung kawah sajadah. Banda Aceh,  29 Desember 2010…

Puisi: Kupu-Kupu Kaca (Karya Kriapur)

Kupu-Kupu Kaca Sehabis meninggalkan jejak kemarau lama lalu kupu-kupu menjadi kaca Aku makin mengerti keluh bumi ini Malam menjadi jal…
© Sepenuhnya. All rights reserved.