Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Pendek

Puisi: Patung Liberty (Karya Putu Oka Sukanta)

Patung Liberty Kutatap Patung Liberty Teringat puisi tinggal di bui. New York, 2000 Sumber:  Surat Bunga dari Ubud (2008) Analisis Puisi: Pui…

Puisi: Aku Ingin (Karya Sapardi Djoko Damono)

Aku Ingin aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan  kayu kepada api yang menjadikannya abu. aku ing…

Puisi: Lingkar Cahaya (Karya Dimas Indiana Senja)

Lingkar Cahaya Dalam lingkar cahaya, yang Sungai mengalir di tepiannya. Aku melihat senyum doa di dalam Matamu yang berbinar. Februar…

Puisi: Menyesal (Karya A. Munandar)

Menyesal Kita menghancurkan hanya untuk mengatakan kita menyesal. Kita menghilangkan hanya untuk mengatakan kit…

Puisi: Aku Adalah (Karya A. Munandar)

Aku Adalah Aku adalah ratapan hari-hari yang telah pergi Adalah keheningan cahaya yang tidak bersinar lagi. 2017 Analisis Puisi : Puis…

Puisi: Bila Hujan (Karya A. Munandar)

Bila Hujan Bila hujan tak sempat menawar pilu         izinkan aku menitip duka padamu. Bawalah ke ujung timur         sebab rindu bermuara da…

Puisi: Diponegoro (Karya Chairil Anwar)

Diponegoro Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Lawan banyaknya seratus…

Puisi: Tanah Kita (Karya Rini Intama)

Tanah Kita Kita sudah mulai menua, sama tua dengan tanah kita berjenjang waktu Kidungku menggelombang rind…

Puisi: Gamang (Karya Mustiar AR)

Gamang Malam semakin rapuh Mendekap hayal Aku. Jln. Pocut Baren,  2018 Analisis Puisi: Puisi "Gamang" karya Mustiar AR merupakan …

Puisi: Istri (Karya Hasbi Burman)

Istri Istri menangis terisak di tepi ranjang karena suaminya tak jadi berangkat perang. 28 September 2015 Analisis Puisi : Puisi ini, d…

Puisi: Kepada Puisi (Karya Joko Pinurbo)

Kepada Puisi Kau adalah mata, aku air matamu. 2003 Sumber: Kekasihku (Kepustakaan Populer Gramedia, 2004) Analisis Puisi : Puisi Kepa…

Puisi: Nasionalisme (Karya Remy Sylado)

Nasionalisme Bahwa hatiku boleh saja keluar dari tanah airku. Tapi jangan pernah tanah airku keluar dari hatiku. Analisis Puisi: Puis…

Puisi: Hari Ibu (Karya Andy Sri Wahyudi)

Hari Ibu Ibu, aku tak cukup lelaki menjadi ibu. Sumber:  Ibliz Imut dan Uh Kamu Nyebelin (2012) Analisis Puisi : Puisi "Hari Ibu" kar…

Puisi: Siak (Karya Slamet Sukirnanto)

Siak Kayuh sampan-sampan mimpi Ke dalam ceruk luka Menggores tepi Pekanbaru, Maret 1998 Sumber: Gergaji (2001) Analisis Puisi: Tema utam…

Puisi: Berkali Kita Gagal (Karya O.R. Mandank)

Berkali Kita Gagal Berkali kita gagal Ulangi lagi dan cari akal Berkali-kali kita jatuh Kembali berdiri jangan mengeluh Analis…

Puisi: Sepi (Karya Dodong Djiwapradja)

Sepi Tiada penghuni di rumah ini, selain sepi Pintu diketuk tiga kali, yang datang hanya sepi Dan berulang kali dipanggil, yang menyahut hany…

Puisi: Doa Terakhir Seorang Musafir (Karya Hamid Jabbar)

Doa Terakhir Seorang Musafir Amin. 1975 Sumber: Wajah Kita (1981) Analisis Puisi : Puisi "Doa Terakhir Seorang Musafir" kary…

Puisi: Doa Pengembara (Karya Leon Agusta)

Doa Pengembara Telaga suci permandian yang terlarang dan rahasia akankah takdirku akan berlabuh di sana? Amin. 09/03/2009 Sumber…
© Sepenuhnya. All rights reserved.