Puisi: Trotoar Jalan (Karya Pramesetya Aniendita) Trotoar Jalan Trotoar jalan ini tak asing bagi hujan, ia selalu tiba dengan langkah pelan. Mengusap tikar plastik yang dijadikan ranjang, mengusap pi…
Puisi: Wajah Kota Penuh Lumpur (Karya Pramesetya Aniendita) Wajah Kota Penuh Lumpur Air meminum rumahku, hingga atap tenggelam ke tenggorokan langit, jam dinding berenang mundur, menertawakan waktu yang karam.…