Puisi: Desanya Tuan Markaban (Karya Sabar Anantaguna) Desanya Tuan Markaban Anak air ibunya hujan jatuh-jatuh dari genting. Anak suara ibunya kentongan bendal-bendal dari perutnya. Maling! maling! cegat …
Puisi: Puncak Malam (Karya Sabar Anantaguna) Puncak Malam jam satu sepi temanku belum kembali Pintu didorong temanku datang digotong Sepi mengamuk dipecah ayam berkeruyuk tak lagi mengantuk Se…
Puisi: Teka‐teki di Tembok (Karya Sabar Anantaguna) Teka‐teki di Tembok Cinta diukur kesetiaan Setia diukur keteguhan Teguh diukur pendirian Pendirian dalam kata dan perbuatan Sumber: Puisi-Puisi dari …
Puisi: Desa dalam Cinta (Karya Sabar Anantaguna) Desa dalam Cinta Gadis desa memetik sirih di dalam senja menikmati lagu pertama dari kekasih harap tinggal dalam kenangan: Hari ini kusampaikan h…
Puisi: Yang Masih Punya Cinta (Karya Sabar Anantaguna) Yang Masih Punya Cinta Siapa tak kan gelisah dekat di hati sukar dijamah bila jatuh menanggung rindu Siapa tak kan resah berat kaki melangkah bila di…
Puisi: Kepada Pemburu Petani (Karya Sabar Anantaguna) Kepada Pemburu Petani Jangan tuan membantai bulan jangan tuan maki mentari kami pun bintang-bintang di langit berjaga malam dan siang. Kalau tuan ber…
Puisi: Potret Seorang Komunis (Karya Sabar Anantaguna) Potret Seorang Komunis Adakah duka lebih duka yang kita punya Kawan yang meninggal dan darahnya kental di pipi Tapi kenangan kesayangan punya tempat …
Puisi: Pengertian (Karya Sabar Anantaguna) Pengertian Apa yang akan kukatakan bila yang dirasakan sudah ada dalam hatimu Apa yang akan diucapkan bila pengertian sudah bermukim dalam dadamu Bia…
Puisi: Renungan (Karya Sabar Anantaguna) Renungan Angin mesra meraba tubuh sehalus tangan kesayangan Daun bambu berkibar selincah jari penari Berlagukah rumpun bambu atau berseru seperti gad…
Puisi: Sampai di Mana (Karya Sabar Anantaguna) Sampai di Mana Kenyataan diri bukan mimpi walau setiap hari bermimpi Sampai di mana mimpimu Sampai di mana kenyataan hidupmu dinding kelabu atap memb…
Puisi: Kebisuan (Karya Sabar Anantaguna) Kebisuan Dia tidak tertawa belum tentu manusia murung belum tentu hujan langit mendung hidup penuh tanda tanya Betapa berat duka melahirkan tawa beta…