Puisi: Lelaki Penjual Kuali (Karya Sabar Anantaguna) Lelaki Penjual Kuali Turun dan tersaruklah kaki di jenjang jurang angan-angannya anak di ranjang balé bambu Bintang-bintang pun pudar melemah bareng …
Puisi: Suatu Malam Tahun 60‐an (Karya Sabar Anantaguna) Suatu Malam Tahun 60‐an kelam kabut melawan takut berdebar liar dada terbakar siang malam direjam dendam detak‐detak sepatu mengagetkan aku detak‐det…
Puisi: Hidup (Karya Sabar Anantaguna) Hidup Dampar sawah -- mata tak sampai ujungnya debur laut -- telinga tak dengar batasnya manusia punya dunia manusia punya hidupnya hidupnya punya da…
Puisi: Yang Diburu Juga Memburu (Karya Sabar Anantaguna) Yang Diburu Juga Memburu Mimpi yang ditimang malam dengan bintang Mimpi yang diemban malam pesta bulan mengadu rindu Hati digoncang banting antara hi…
Puisi: Petani Pulang dari Bui (Karya Sabar Anantaguna) Petani Pulang dari Bui (I) Ingatan belum kering bila tuan Sukiman bikin razzia tuan Sukiman bikin razzia Pada jalan pulang ingatan basah bayi umur tu…
Puisi: Kakek Petani Berikan Suara (Karya Sabar Anantaguna) Kakek Petani Berikan Suara (I) Dia, ya, dia telah dituakan derita dia yang telah terampas urat kakinya patah, patahlah sukanya pada hari mudanya Sian…
Puisi: Desanya Tuan Markaban (Karya Sabar Anantaguna) Desanya Tuan Markaban Anak air ibunya hujan jatuh-jatuh dari genting. Anak suara ibunya kentongan bendal-bendal dari perutnya. Maling! maling! cegat …
Puisi: Puncak Malam (Karya Sabar Anantaguna) Puncak Malam jam satu sepi temanku belum kembali Pintu didorong temanku datang digotong Sepi mengamuk dipecah ayam berkeruyuk tak lagi mengantuk Se…
Puisi: Teka‐teki di Tembok (Karya Sabar Anantaguna) Teka‐teki di Tembok Cinta diukur kesetiaan Setia diukur keteguhan Teguh diukur pendirian Pendirian dalam kata dan perbuatan Sumber: Puisi-Puisi dari …
Puisi: Desa dalam Cinta (Karya Sabar Anantaguna) Desa dalam Cinta Gadis desa memetik sirih di dalam senja menikmati lagu pertama dari kekasih harap tinggal dalam kenangan: Hari ini kusampaikan h…
Puisi: Yang Masih Punya Cinta (Karya Sabar Anantaguna) Yang Masih Punya Cinta Siapa tak kan gelisah dekat di hati sukar dijamah bila jatuh menanggung rindu Siapa tak kan resah berat kaki melangkah bila di…