Puisi Sapardi Djoko Damono

Puisi: Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari (Karya Sapardi Djoko Damono)

Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di  belakang …

Puisi: Angin (Karya Sapardi Djoko Damono)

Angin (1) Angin yang diciptakan untuk senantiasa bergerak dari sudut ke sudut dunia ini pernah pada suatu hari berhenti ketika mendengar sua…

Puisi: Peristiwa Pagi Tadi (Karya Sapardi Djoko Damono)

Peristiwa Pagi Tadi ( kepada GM ) Pagi tadi seorang sopir oplet bercerita kepada pesuruh kantor tentang lelak…

Puisi: Pertapa (Karya Sapardi Djoko Damono)

Pertapa Jangan mengganggu: aku, satria itu, sedang bertapa dalam sebuah     gua, atau sebutir telur, atau. sepatah kata - ah, apa pula     bedan…

Puisi: Iring-Iringan di Bawah Matahari (Karya Sapardi Djoko Damono)

Iring-Iringan di Bawah Matahari (1) matahari di depan pintu. bajang-bayangmu, seperti bermimpi, mendengarnya kembali (bisik-bisik di balik tembok, la…

Puisi: Aku Ingin (Karya Sapardi Djoko Damono)

Aku Ingin aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan  kayu kepada api yang menjadikannya abu. aku ing…

Puisi: Sajak-Sajak Empat Seuntai (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sajak Empat Seuntai (1) kukirim padamu beberapa patah kata yang sudah langka - jika suatu hari nanti mereka m…

Puisi: Pada Suatu Hari Nanti (Karya Sapardi Djoko Damono)

Pada Suatu Hari Nanti pada suatu hari nanti jasadku tak akan ada lagi... tapi dalam bait-bait sajak ini kau tak akan kurelakan sendiri... …

Puisi: Biarlah Jantra Tetap Berputar (Karya Sapardi Djoko Damono)

Biarlah Jantra Tetap Berputar Apapun yang mesti terjadi, biarlah jantra tetap berputar; tak-lain sebab Engkaulah yang berhak menawarkan baik dan buru…

Puisi: Batu, Bangka Curut, Selokan (Karya Sapardi Djoko Damono)

Batu, Bangka Curut, Selokan: Suatu Sore (1) Kau tak jadi meludah ke selokan ketika kaulihat dekat batu ada bangkai curut yang kemarin kautendan…

Puisi: Ayat-Ayat Kyoto (Karya Sapardi Djoko Damono)

Ayat Kyoto (1) Segala yang mendidih dalam kepala tidak nyata, kecuali sakura dan kau - tentu saja. Ayat Kyo…

Puisi: Terbangnya Burung (Karya Sapardi Djoko Damono)

Terbangnya Burung Terbangnya burung hanya bisa dijelaskan dengan bahasa batu bahkan cericitnya yang ra…
© Sepenuhnya. All rights reserved.