Puisi: Doa (Karya Sapardi Djoko Damono) Doa Kau pun buru-buru menangkap doa yang baru selesai kauucapkan dan memenjarakannya di selembar kertas. Ia…
Puisi: Panorama (Karya Sapardi Djoko Damono) Panorama "Aku mau menulis puisi!" teriakmu. Hanya kabut yang terkejut. Sementara ada yang dalam dirimu sibuk keluar masuk. Sementara ka…
Puisi: Secarik Kertas (Karya Sapardi Djoko Damono) Secarik Kertas Simpan secarik kertas ini agar kau selalu ingat padaku. Tapi tampaknya ia malah selalu ingat p…
Puisi: Sita (Karya Sapardi Djoko Damono) Sita : Kusaksikan Rama menundukkan kepala ketika aku berjalan mengitarinya sebelum terjun ke api yang disiapkan Laksmana – aku yang …
Puisi: Bunga (Karya Sapardi Djoko Damono) Bunga (1) (1) B ahkan bunga rumput itu pun berdusta. Ia rekah di tepi padang waktu hening pagi terbit; siang…
Puisi: Jangan Ceritakan (Karya Sapardi Djoko Damono) Jangan Ceritakan bibir-bibir bunga yang pecah-pecah mengunyah matahari, jangan ceritakan padaku tentang ding…
Puisi: Kenangan (Karya Sapardi Djoko Damono) Kenangan Tidak setiap orang bisa menjejalkan kenangan ke besok. Di mana gerangan tempat terbaik baginya? Ia milik kemarin, milik igau…
Puisi: Padang Pasir (Karya Sapardi Djoko Damono) Padang Pasir (1) Mengapa menggigil tiba-tiba? Kau berhenti di lampu merah waktu gadis kecil itu bernyanyi …
Puisi: Aku Ingin (Karya Sapardi Djoko Damono) Aku Ingin aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. aku ing…
Puisi: Peristiwa Pagi Tadi (Karya Sapardi Djoko Damono) Peristiwa Pagi Tadi ( kepada GM ) Pagi tadi seorang sopir oplet bercerita kepada pesuruh kantor tentang lelak…
Puisi: Sajak Orang Gila (Karya Sapardi Djoko Damono) Sajak Orang Gila (1) aku bukan orang gila, saudara tapi anak-anak kecil mengejek orang-orang tertawa keti…
Puisi: Akuarium (Karya Sapardi Djoko Damono) Akuarium kau yang mengatakan: matanya ikan! kau yang mengatakan: matanya dan rambutnya dan pundaknya ikan! kau…