Puisi Sapardi Djoko Damono

Puisi: Matahari Menepi (Karya Sapardi Djoko Damono)

Matahari Menepi (1) matahari menepi. Ketika udara memadat tiba-tiba "Siapa mengajarmu menatapku begitu?"  Matahari Menepi (2) ketika udara …

Puisi: Tiga Lembar Kartu Pos (Karya Sapardi Djoko Damono)

Lembar Kartu Pos (1) soalnya kau tak pernah tegas menjelaskan keadaanmu, tak pernah tegas mengakui bahwa harus meny…

Puisi: Lirik untuk Improvisasi Jazz (Karya Sapardi Djoko Damono)

Lirik untuk Improvisasi Jazz "Sayangku yang jauh,                         entah berapa kali telah kukel…

Puisi: Perjalanan (Karya Sapardi Djoko Damono)

Perjalanan kemudian aku berjalan-setengah-bermimpi menembus     udara yang semakin tebal asapnya, (kolam-kolam yang penuh ganggang dan ikan mas itu  …

Puisi: Seekor Ulat (Karya Sapardi Djoko Damono)

Seekor Ulat     Seekor ulat akhirnya mencapai sekuntum bunga lalu berhenti di sana. Ia telah memakan beberapa lembar daun muda di ranting itu, dan ki…

Puisi: Lonceng dalam Hujan (Karya Sapardi Djoko Damono)

Lonceng dalam Hujan Kita mendengar suara lonceng menyusup rintik hujan; barangkali bermula dari menara di pusat kota. Kau pun bertanya: siapa geranga…

Puisi: Cerita Anak Ayam (Karya Sapardi Djoko Damono)

Cerita Anak Ayam Seekor anak ayam menciap-ciap di jalan kecil itu; dimana induknya, tanyamu. Aku pun tentu saja tak tahu. Barangkali ia adalah anak a…

Puisi: Malam Itu Kami di Sana (Karya Sapardi Djoko Damono)

Malam Itu Kami di Sana "Kenapa kaubawa aku ke mari, Saudara?"; sebuah stasiun di dasar malam. Bayang-…

Puisi: Daun-Daun Jatuh (Karya Sapardi Djoko Damono)

Daun-Daun Jatuh Daun-daun jatuh selembar demi selembar kaupun tengah menyaksikannya lewat jendela Mereka semua para tetangga kita, yang selalu…

Puisi: Sementara Kita Saling Berbisik (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sementara Kita Saling Berbisik sementara kita saling berbisik untuk lebih lama tinggal pada debu, cinta yang tinggal berupa bunga kertas dan li…

Puisi: Jarak (Karya Sapardi Djoko Damono)

Jarak dan Adam turun di hutan-hutan mengabur dalam dongengan dan kita tiba-tiba di sini tengadah ke langit: kosong sepi .......... 1968 S…

Puisi: Kuterka Gerimis (Karya Sapardi Djoko Damono)

Kuterka Gerimis     Kuterka gerimis mulai gugur     Kaukah yang melintas di antara korek api dan ujung rokokku s…

Puisi: Maut (Karya Sapardi Djoko Damono)

Maut maut dilahirkan waktu fajar ia hidup dari mata air, itu sebabnya ia tak pernah mengungkapkan seluk-beluk karat yang tel…

Puisi: Batu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Batu (1) Aku pun akhirnya berubah menjadi batu. Kau pahatkan, "Di sini istirah dengan tenteram sebong…
© Sepenuhnya. All rights reserved.