Puisi Sapardi Djoko Damono

Puisi: Pohon Rambat (Karya Sapardi Djoko Damono)

Pohon Rambat Pohon rambat itu mendaki anjang-anjang yang kaujalin di pekarangan belakang rumahmu. Pada pa…

Puisi: Tajam Hujanmu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Tajam Hujanmu     tajam hujanmu     ini sudah terlanjur mencintaimu: payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku, air yang menetes dar…

Puisi: Sudah Kubilang, Jangan Kamu ke Sana (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sudah Kubilang, Jangan Kamu ke Sana (1) Sudah kubilang, jangan kamu ke sana. Sudah Kubilang, Jangan Kamu ke Sana (2) Ternyata memang tak ada p…

Puisi: Bunga-Bunga di Halaman (Karya Sapardi Djoko Damono)

Bunga-Bunga di Halaman mawar dan bunga rumput di halaman: gadis yang kecil (dunia kecil, jari begitu kecil)  menudingnya mengapakah perempu…

Puisi: Sepatu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sepatu Kau tak merasa sepatumu telah menginjak kerikil dan daun tua di jalan kecil itu; kau tak mendengar pe…

Puisi: Kepada I Gusti Ngurah Bagus (Karya Sapardi Djoko Damono)

Kepada I Gusti Ngurah Bagus dewa telah menciptakan butir-butir padi dewa telah menciptakan bunga dewa telah …

Puisi: Dua Sajak di Bawah Satu Nama (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sajak di Bawah Satu Nama (1) Darah tercecer di ladang itu. Siapa pula binatang korban kali ini, saudara? Lalu senyap pula. Berapa jaman telah …

Puisi: Di Depan Pintu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Di Depan Pintu Di depan pintu: bayang-bayang bulan terdiam di rumput. Cahaya yang tiba-tiba pasang mengajak…

Puisi: Senja (Karya Sapardi Djoko Damono)

Senja bila tiba sudah rembang senja burung-burung riuh mencari sarangnya manis, awaskanlah anak-anakmu senja begini berkeliaran hantu-hantu di jalana…

Puisi: Selamat Pagi Indonesia (Karya Sapardi Djoko Damono)

Selamat Pagi Indonesia selamat pagi, Indonesia, seekor burung mungil mengangguk dan menyanyi kecil buatmu. a…

Puisi: Hujan, Jalak, dan Daun Jambu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Hujan, Jalak, dan Daun Jambu Hujan turun semalaman. Paginya jalak berkicau dan daun jambu bersemi; mereka tidak mengenal gurindam …

Puisi: Matahari Menepi (Karya Sapardi Djoko Damono)

Matahari Menepi (1) matahari menepi. Ketika udara memadat tiba-tiba "Siapa mengajarmu menatapku begitu?"  Matahari Menepi (2) ketika udara …

Puisi: Tiga Lembar Kartu Pos (Karya Sapardi Djoko Damono)

Lembar Kartu Pos (1) soalnya kau tak pernah tegas menjelaskan keadaanmu, tak pernah tegas mengakui bahwa harus meny…
© Sepenuhnya. All rights reserved.