Puisi Saut Situmorang

Puisi: Perahu Mabuk (Karya Saut Situmorang)

Perahu Mabuk (antara Aku dan Kau terbentang samudera kata kata, o Imajinasi! di manakah akan Kudapat perahu mimpi untuk melayariNya?) I. perahu kayu …

Puisi: Hujan dan Memori (Karya Saut Situmorang)

Hujan dan Memori maukah kau kucintai dengan cinta yang pernah kecewa? masih murnikah cinta yang pernah kecewa? apakah cinta itu cuma cinta pertama? k…

Puisi: Lirisisme (Karya Saut Situmorang)

Lirisisme bunga gugur, manusia mati langit dan bumi memang tak punya perasaan tapi apalah perasaan! cuma gerimis di bumi, jatuh dari langit. kadang k…

Puisi: Banyak Orang Menebang Hutan (Karya Saut Situmorang)

Banyak Orang Menebang Hutan banyak orang menebang hutan di pedalaman Sumatera-Kalimantan o! banyak orang menebang hutan di pedalaman Sumatera-Kaliman…

Puisi: Bocah Pemancing Ikan (Karya Saut Situmorang)

Bocah Pemancing Ikan untuk Vasko Popa seorang bocah kecil memancing di danau dan mendapatkan bulan bulan itu lalu dipecahkannya dan keluarlah mat…

Puisi: Aku Ingin (Karya Saut Situmorang)

Aku Ingin aku ingin mencintaiMu dengan membabi buta – dengan sebotol racun yang diteguk romeo tanpa sangsi yang membuat kematiannya jadi puisi aku in…

Puisi: Kenapa Kau Tolak CintaKu, Dayang Sumbi? (Karya Saut Situmorang)

Kenapa Kau Tolak CintaKu, Dayang Sumbi? -untuk Acep Zamzam Noor darah anjing jantan yang dulu membakar bawah pusarmu darah itulah sekarang membakar b…

Puisi: Saut Kecil Bicara dengan Tuhan (Karya Saut Situmorang)

Saut Kecil Bicara dengan Tuhan bocah laki laki itu duduk sendiri di tanah kering di belakang rumah diangkatnya wajahnya yang kuning langsat ke langit…

Puisi: Realisme (Karya Saut Situmorang)

Realisme kalau kau mati, sayang matahari tetap kan muncul lagi juga bulan juga bintang kalau kau mati hujan tetap kan turun, sayang rumput hijau bern…
© Sepenuhnya. All rights reserved.