Puisi Seno Gumira Ajidarma

Puisi: Tahanan yang Menatap Terali Besi Diam-Diam (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Tahanan yang Menatap Terali Besi Diam-Diam Kuingin bulan menjenguk kamarku yang gelap dan lesu dari balik t…

Puisi: Pagi Itu (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Pagi Itu Pagi itu aku terkejut waktu bangun tidur kujumpai karang bunga ikut berduka dengan namaku pada kertasnya. Dan aku semakin terkej…

Puisi: Pagi (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Pagi Tentang kabut, embun dan rumput Tentang timur, angin dan matahari Tentang desir, desau dan asap. Kemarin baru saja kau katakan : k…

Puisi: Sumur (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Sumur Aku melihat bahwa ada seseorang yang ingin sekali merayapi dinding-dinding sumur dan naik ke atas bumi yang belum pernah dikenalnya. …

Puisi: Catatan-Catatan (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Catatan-Catatan (Halaman 32) Kota adalah asap, sayangku ia mungkin juga terali baja atau ini atau itu: kita hanya sampai pada kemungkinan Ya, bintang…

Puisi: Seekor Anak Ayam yang Baru Menetas (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Seekor Anak Ayam yang Baru Menetas Seekor anak ayam yang baru menetas menyeruak, mengerdipkan mata pada dun…

Puisi: Percakapan dalam Kamar (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Percakapan dalam Kamar Ssst! Hati-hati dinding bertelinga bertelinga keriput keriput rapuh. Analisis Pui…

Puisi: Angin Itu Menyusup di Ketiak (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Angin Itu Menyusup di Ketiak Angin itu menyusup di ketiak ada rasa haru merembes dada air di parit bergolak …

Puisi: Sajak Ketigabelas (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Sajak Ketigabelas waktu si penyair menyeberang jalan menuju kantor pos untuk mengirim sajak ketigabelas ke sebuah majalah sastra yang up to date ia k…

Puisi: Hari Ini Seperti Juga Kemarin (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Hari Ini Seperti Juga Kemarin Hari ini seperti juga kemarin tak lagi terbandingkan, antara nasib antara sepi kemudian rawan, jatuh di bumi …

Puisi: Catatan (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Catatan Si bocah berjongkok dan menangis memandang buih lautan: akukah kau cari? Suara-suara samodra menggod…

Puisi: Sepucuk Surat yang Datang Malam Hari (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Sepucuk Surat yang Datang Malam Hari Ketika itu aku sedang menyisir rambutku di muka cermin di kamar adikku malam…

Puisi: Detak (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Detak pagi berdetak mengejar malamnya arloji berdetak mengejar waktunya pohon berdetak mengejar buahnya sungai berdetak mengejar lautnya siapa berdet…
© Sepenuhnya. All rights reserved.