Puisi Subuh

Puisi: Amsal Subuh (Karya Acep Zamzam Noor)

Amsal Subuh Hikmati fajar yang datang Sebelum dingin subuh menyelimutimu Karena cemburu. Langit yang bertekstur itu Cukup lapang untuk tanganmu menul…

Puisi: Merampas Subuh (Karya Sulaiman Juned)

Merampas Subuh Itu subuh koyak-monyak dirampas dari tangan ke tangan. Hitam tergambar pada wajah yang tak me…

Puisi: Subuh (Karya Amir Hamzah)

Subuh Kalau subuh kedengaran tabuh semua sepi sunyi sekali bulan seorang tertawa terang bintang mutiara bermain cahaya. Terjaga aku ters…

Puisi: Subuh (Karya Soni Farid Maulana)

Subuh Kau lepas bintang berekor subuh hari. Ia melintas di atas kepala. Angin sedingin es bersiutan dari ranting ke ranting pohonan menisik tubuhku, …

Puisi: Pertempuran Subuh (Karya Sanento Juliman)

Pertempuran Subuh Serentetan tembakan — kemudian sepi sebuah ledakan: sunyi kembali di timur deretan awan: lengkung alis yang kelam serentetan tembak…

Puisi: Embun (Karya Joko Pinurbo)

Embun Subuh nanti aku akan jadi sebutir embun di atas daun talas di sudut kebun. Pungut dan sembunyikan d…

Puisi: Wajah Dunia yang Pertama (Karya W.S. Rendra)

Wajah Dunia yang Pertama Ketika bulan pudar ia bawa pengantinnya ke atas bukit itu. Keduanya telanjang. Tak punya apa-apa. Pada awal…

Puisi: Sajak Subuh (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sajak Subuh Waktu mereka membakar gubuknya awal subuh itu ia baru     saja bermimpi tentang mata air. Mereka berteriak,     "Jangan bermimp…

Puisi: Gerimis Subuh (Karya Gunoto Saparie)

Gerimis Subuh gerimis menyapa bersama azan subuh dedaunan pun basah berlinang berpeluh ada kokok ayam jantang menguak kabut ah, seraut kenan…

Puisi: Tembangmu Waktu Subuh (Karya Badjuri Doellah Joesro)

Tembangmu Waktu Subuh Tembangmu waktu subuh kudengar lamat jauh Dari mega-mega yang merah muda Dan dinginnya pagi, menyanyikan: Lagu duka,…

Puisi: Gerimis Menjelang Subuh (Karya Gunoto Saparie)

Gerimis Menjelang Subuh gerimis menderai menjelang subuh adalah tangis rawan sang kalbu cinta perih beban sepanjang waktu berpulang kepada maut, sega…

Puisi: Kwatrin Subuh (Karya Gunoto Saparie)

Kwatrin Subuh seberkas cahaya bulan menerangi kelam hatiku sepi dan dingin pun menyempurnakan subuh siapakah muazin yang menguak fajar itu? …

Puisi: Gugur (Karya W.S. Rendra)

Gugur Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya. Tiada kuasa lagi menegak. Telah ia lepaskan dengan gemilang pelor terakhir dari bediln…
© Sepenuhnya. All rights reserved.