Puisi Sulaiman Juned

Puisi: Merampas Subuh (Karya Sulaiman Juned)

Merampas Subuh Itu subuh koyak-monyak dirampas dari tangan ke tangan. Hitam tergambar pada wajah yang tak me…

Puisi: Perjalanan Malam (Karya Sulaiman Juned)

Perjalanan Malam Banda Aceh gerimis mengantar malam sementara hujan membasuh rindu tumpah ke samudera hati. Saree sunyi mengantar gigi…

Puisi: Perempuan (Karya Sulaiman Juned)

Perempuan (I) Sebuah kenangan di Pantai Mepar adalah pengantin yang ditanam batu perkawinan memandang ke belakang menjilat denting canang t…

Puisi: Bulan (Karya Sulaiman Juned)

Bulan Ini kalbu rindu rembulan bertengger di atap rumah tetangga meremas kata - merekah kasih sementara di pucuk cemara ada camar menyeru…

Puisi: Jakarta (Karya Sulaiman Juned)

Jakarta Terkurung keramaian Jakarta mengepul asap di hati jadi api aku ingat kampung; masa kecil yang indah …

Puisi: Kemerdekaan, Kesaksian Seorang Penyair (Karya Sulaiman Juned)

Kemerdekaan: Kesaksian Seorang Penyair Kemerdekaan adalah ketika kita bebas berbicara tentang hak yang berhak ketika kita bebas dari pasung…

Puisi: Sebuah Catatan (Karya Sulaiman Juned)

Sebuah Catatan (bagi Titin Calon Istriku) Catatan bercerita tentang keberadaan membumbung dalam sukma. Senja …

Puisi: Langkah-Jiwa-Sunyi (Karya Sulaiman Juned)

Langkah-Jiwa-Sunyi (I) Hujan membasahi alis bertengger indah di kening kekasih. Dara manis mengalunkan s…

Puisi: Surat Bekas Mahasiswa kepada Aktivis Mahasiswa (Karya Sulaiman Juned)

Surat Bekas Mahasiswa kepada Aktivis Mahasiswa (bagi aktivis mahasiswa Unsyiah) Inilah suratku kukirim kepad…

Puisi: Rindu (Karya Sulaiman Juned)

Rindu (I) Biarkan rindu mengalir menyembuhkan luka batin dari warisan dendam anak Adam. Biarkan rindu meng…

Puisi: Lelah (Karya Sulaiman Juned)

Lelah Aku lelah mencari hidup dalam sisa hati tinggal sepenggal surat-surat selalu saja tak beralamat. …

Puisi: Catatan Rindu Seorang Lelaki (Karya Sulaiman Juned)

Catatan Rindu Seorang Lelaki Perjalanan malam terikat waktu, manis seperti Adam cintakan Hawa. Rela memamah khuldi untuk sebuah kesetiaan. …

Puisi: Laut Tawar (Karya Sulaiman Juned)

Laut Tawar Tak ada lagi cerita puteri Bensu dan Malem Dewa juga tentang Banta Ahmad yang jadi batu tak juga …

Puisi: Nyanyian Luka (Karya Sulaiman Juned)

Nyanyian Luka (1) Berpuluh-puluh rencong berikan salam hadirkan malam bulan tembaga tertusuk runcing ilalang. Nyanyian Luka (2) Berpulu…

Puisi: Lebaran Malam Itu (Karya Sulaiman Juned)

Lebaran Malam Itu Setiap sudut takbir menggema di Meunasah beratap rumbia canangpun bertalu semua orang harus menanggalkan permusuhan separ…
© Sepenuhnya. All rights reserved.