Puisi: Mengapa Serapuh Itu? (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Mengapa Serapuh Itu? Sebagai rama engkau menjelma, Gemerlapan girang bermain di sinar. Seri semata pancaran matamu Bercahaya-cahaya melihat dunia. Da…
Puisi: Nikmat Nakhoda Menuju Pelabuhan (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Nikmat Nakhoda Menuju Pelabuhan 'Lang putih jauh sayup menyisir awan. Dari kapal beta tahulah beta, bahwa …
Puisi: Menuju Kebudayaan dan Masyarakat Baru (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Menuju Kebudayaan dan Masyarakat Baru (Manusia dan Tuhan) Bermusim-musim yang lampau datang lah seorang je…
Puisi: Menuju ke Laut (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Menuju ke Laut (Angkatan Baru) Kami telah meninggalkan engkau, tasik yang tenang, tiada beriak, diteduhi …
Puisi: Aku dan Tuhanku (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Aku dan Tuhanku Tuhan, Kaulahirkan aku, tak pernah kuminta Dan aku tahu, sebelum aku Kauciptakan Berjuta tahun, tak berhingga lamanya, Engkau teru…
Puisi: Kalah dan Menang (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Kalah dan Menang Tidak, bagiku tidak ada kalah dan menang! Sebab kuputuskan, bahwa kemenangan sudah pasti untukku saja. Kalah ting…
Puisi: Menyeberang (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Menyeberang Sama-sama kami berjalan, Bersenda gurau tiada ingat. Di depan tersenyum samsu harapan Dan bahagia semata angin mengiring. Siapa menyangka…
Puisi: Betalah Tahu (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Betalah Tahu Aku melihat mereka berjalan, Rapat dekat sesak menyesak. Mata bersinar kasih mesra, Muka ber…
Puisi: Nikmat Semata (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Nikmat Semata Ketika aku tiba di puncak, bertudung langit cerah terbentang, dan meninjau ke lembah yang jauh te…
Puisi: Api Suci (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Api Suci Selama nafas masih mengalun, Selama jantung masih memukul, Wahai api, bakarlah jiwaku, Biar mengaduh biar mengeluh. Seperti ba…
Puisi: Lagu Harapan (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Lagu Harapan Tukang angklung papa lalu di jalan: Baju cabik, badan kumal, Langkah lesu, mata berat. Di dep…