Puisi Tentang Alam

Puisi: Kita Lebih Memahami (Karya Bambang Sarwono)

Kita Lebih Memahami kita lebih memahami kenapa ular-ular suka berdiam di tempat-tempat yang rungkut dan sangar, becek, serta berhawa lengas. kita leb…

Puisi: Maklumat Hargo Dumilah (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Maklumat Hargo Dumilah Adalah kabut, yang membuat pandanganmu berlumut. Agar kau kembali berpikir apakah niatmu masih pasang atau surut. Meski a…

Puisi: Berita dari Kaki Gunung Muria (Karya Diah Hadaning)

Berita dari Kaki Gunung Muria Menyusuri jalan setapak nini senyum mekar di kaki gunung gulir embun di celah d…

Puisi: Situ Gintung (Karya Ayatrohaedi)

Situ Gintung Di danau ini anak-anak alam beterjunan dan berkejaran sepuas hati Di danau ini gerak-gerak alam berkejara…

Puisi: Sajak pada Suatu Hari Libur (Karya Aldian Aripin)

Sajak pada Suatu Hari Libur Kadang-kadang Aku rindu menyatu kembali dengan alam Mereguk air kelapa dan mendengarkan musik Angin…

Puisi: Mari ke (Karya Ragil Suwarna Pragolapati)

Mari ke Mari ke gunung. Tinggalkan kamar pengap, rumah gelap yang mengurung. Lepas dari dunia sehari-hari akrab Gudang beban dan kesulitan selama ini…

Puisi: Adakah Suara Cemara (Karya Taufiq Ismail)

Adakah Suara Cemara ( buat Ati ) Adakah suara cemara Mendesing menderu padamu Adakah melintas sepintas …

Puisi: Gunung Menado Tua (Karya Slamet Sukirnanto)

Gunung Menado Tua Di kejauhan. Bukit hitam Temaram kabut senja Meruncing - puncaknya ke Sorga! Di balik awan menebal angkasa Menyi…

Puisi: Pinggir Sawah (Karya Trisno Soemardjo)

Pinggir Sawah Kalau kita lintasi jalan yang lengang Di mana batang bambu melunglai lelah Bagai tanglung alam mengulur salam Kita dengarkan sambil mel…

Puisi: Petang Hari (Karya Ali Hasjmy)

Petang Hari Di kaki langit kemerah-merahan, Bercelup kesumba sepuhan petang, Alam bermandi sinar-sinaran, Aneka rona permai dipandang. Di sana-sini u…

Puisi: Cemara Bertambah Tua (Karya Surachman R.M.)

Cemara Bertambah Tua Lupakan saja lupakan: telaga Yang tak 'kan pernah tertidur. Juga Gunungan yang biru selalu dan Ayamutan yang berko…

Puisi: Nyanyian Akar Rumput (Karya Wiji Thukul)

Nyanyian Akar Rumput Jalan raya dilebarkan kami terusir mendirikan kampung digusur kami pindah-pindah menempel di tembok-t…

Puisi: Tanjung Priok (Karya Sobron Aidit)

Tanjung Priok Tumbuhan lalang merebah melambai berdesir pasir mengulum senyum dan mengalun riak-riak pantai sedang angin laut deras mendara…

Puisi: Perjalanan Senja (Karya Eka Budianta)

Perjalanan Senja empat ekor merpati berbisik-bisik di atas dahan yang dadanya putih berkata:     "pohon flamboyan ini sudah terlalu tua      sep…
© Sepenuhnya. All rights reserved.