Puisi Tentang Jakarta

Puisi: Jakarta (Karya Toeti Heraty)

Jakarta Jakarta tidak aman bagiku selalu terungkap lagi segala yang lalu betapa 'kan kuredakan kepedihan ini betapa kerinduan keharuan ini, ad…

Puisi: Jakarta Malam (Karya Sitor Situmorang)

Jakarta Malam di pojok Kebon Sirih masuk ke Thamrin sekilas pandangku terhambat pada warna neon mengerdip di puncak-puncak metropolitan tertegun di d…

Puisi: Jalan-Jalan di Jakarta (Karya Medy Loekito)

Jalan-Jalan di Jakarta Tak lagi kumengerti kemana jalan-jalan ini mampu berjuta manusia tersesat bersama ku…

Puisi: Bisakah Kutulis Puisi tentang Paris? (Karya Agus R. Sarjono)

Bisakah Kutulis Puisi tentang Paris? Bukankah bait-bait tadi hampir jadi sajak yang manis dan mungkin ingin abadi. Ditulis di Paris kota s…

Puisi: Jargon Kepribadian (Karya Remy Sylado)

Jargon Kepribadian Dari Tokyo diberitakan penemuan baru bidang otomotif Dari Berlin diberitakan penemu…

Puisi: Catatan Jakarta (Karya Hartojo Andangdjaja)

Catatan Jakarta buat mendiang Ch. A. Di sini dulu kau jalan di lorong-lorong Jakarta, jantung tanah tercinta di sini dulu tanganmu memahat…

Puisi: Dari Jakarta (Karya Ajip Rosidi)

Dari Jakarta Kesadaran tumbuh di Jakarta kalau tiada Jakarta hidup betapa hitamnya karena panggilan tinggal terpendam. (S…

Puisi: Naik Bus di Jakarta (Karya Joko Pinurbo)

Naik Bus di Jakarta ( untuk Clink ) Sopirnya sepuluh, kernetnya sepuluh, kondekturnya sepuluh, pengawal…

Puisi: Fragmen Perjamuan (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Fragmen Perjamuan Kalau kau mau, teguklah Ini minuman metropolitan Ada rasa comberan, amis darah Kasus pe…

Puisi: Sebuah Jaket Berlumur Darah (Karya Taufiq Ismail)

Sebuah Jaket Berlumur Darah Sebuah jaket berlumur darah Kami semua telah menatapmu Telah berbagi duka yang agung Dalam kepedihan b…

Puisi: Catatan Sepercik Banjir (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Catatan Sepercik Banjir Hari ini aku ulang tahun. Tapi Jakarta banjir lagi, dan aku terjebak di jalan tol. Tapi hari ini aku ulang tahun. Apakah…

Puisi: Pesan Pencopet kepada Pacarnya (Karya W.S. Rendra)

Pesan Pencopet kepada Pacarnya Sitti, kini aku makin ngerti keadaanmu. Tak'kan lagi aku membujukmu untuk nikah padaku dan lari dari …
© Sepenuhnya. All rights reserved.