Puisi Tentang Merantau

Puisi: Pantun Rantau (Karya Marah Roesli)

Pantun Rantau Bergetah tangan kena cempedak, digosok dengan bunga karang. Entah berbalik entah tidak, entah hilang di rantau orang. Jarang berbunga t…

Puisi: Jika Perantau Singgah di Lepau (Karya Abrar Yusra)

Jika Perantau Singgah di Lepau (1) Dan pagi sampai senja sampai malam rantau demi rantau kujelajahi. Kujelajahi rantau demi rantau         Lapar meng…

Puisi: Kampung (Karya Subagio Sastrowardoyo)

Kampung Kalau aku pergi ke luar negeri, dik karena hawa di sini sudah pengap oleh pikiran-pikiran beku. Hidup di negeri ini seperti di dalam …

Puisi: Ingat pada Ibu (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Sajak Ingat pada Ibu Padahal dulu tak pernah terpikir bahwa semua akan dialami Lalu sekarang, sesudah merasa dewasa semua seper…

Puisi: Anak Rantau (Karya Jami’atul Hidayah)

Anak Rantau Sudah dua bulan 'ku di sini Dengan semua hal yang baru Teman baru, tempat baru Tak sanggup 'ku melewati hariku Ingin kuangkat kak…

Puisi: Ibarat (Karya Muhammad Yamin)

Ibarat Hidup di dunia seperti berdagang Membawa untung kian kemari Menempuh padang beberapa negeri Mencari kain pembalut tulang. Kalau …

Puisi: Pesan Uang (Karya Joko Pinurbo)

Pesan Uang Ketika aku akan merantau buat cari penghidupan, uang berpesan: "Hiduplah hemat, jangan royal,…

Puisi: Bergundah Hati (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Bergundah Hati Di atas tebing duduk seorang kelana Memandang arah ke tengah lautan Dalam hatinya, gundah gulana Teringat kampung dengan ha…

Puisi: Isyarat Itu (Karya Maskirbi)

Isyarat Itu Entah berapa badai mengirimkan sangsai bacalah isyarat itu agar tak lalai sejauh apapun perjalanan saatnya akan sampai sebanyak…

Puisi: Surat Seorang Istri (Karya W.S. Rendra)

Surat Seorang Istri Suamiku yang merantau Malam ini bulan pucat Pohon-pohon kelabu Berayun, di atas khayalan pucat. Dan betapa pula kelab…

Puisi: Refrein di Sudut Dam (Karya D. Zawawi Imron)

Refrein di Sudut Dam Amsterdam bagiku memang sebuah terminal dengan detik-detik yang terasa mahal Masa sil…

Puisi: Lebaran di Rantau (Karya Sulaiman Juned)

Lebaran di Rantau Itu malam petasan dan mercon diledakkan degup jantung melambai-lambai mengikuti nyanyian t…

Puisi: Ibu (Karya D. Zawawi Imron)

Ibu Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting hanya mata air air matamu ibu, yang te…

Puisi: Perantauan (Karya Fiersa Besari)

Perantauan Untuk kawan-kawan anak rantau yang sedang berjuang, semangat dan lekas pulang Teruntuk Ibuku sayang Maaf, aku belum bisa pulang Mengadu na…
© Sepenuhnya. All rights reserved.