Puisi Tentang Nasib

Puisi: Nasib (Karya Intojo)

Nasib Bagai biola yang salah larasnya Mengharu harmoni di dalam orkes. Lagu hidupku kini ta' beres Laguku jurang lurus dan cerkasnya. Karena didi…

Puisi: Nasib Nelayan (Karya Intojo)

Nasib Nelayan Berdebar ombak di senja kala Desir-berdesir deru-menderu Laksana suling anak gembala, Terkampar terhempas di gua batu. Riak memutih kil…

Puisi: Nasib Tanah Airku (Karya Asmara Hadi)

Nasib Tanah Airku (1) Panas yang terik datang membakar Lemahlah kembang hampirlah mati Tunduk tergantung bersedih hati Mohon air kepada a…

Puisi: Pemberian Tahu (Karya Chairil Anwar)

Pemberian Tahu Bukan maksudku mau berbagi nasib, nasib adalah kesunyian masing-masing. Kupilih kau dari yang banyak, tapi sebentar kita sud…

Puisi: Pinangan Nasib (Karya Raudal Tanjung Banua)

Pinangan Nasib Tuhan menjodohkan aku dengan nasib tak dikenal hingga percintaan kami terasa ganjil. Kadang dengan riang kami berpeluk …

Puisi: Memasuki Sunyi (Karya Kriapur)

Memasuki Sunyi Memasuki sunyi, kulihat kota Terayun di udara Dan di pagi sedingin itu, kau menangis lagi Kabut belum luruh Air matamu ja…

Puisi: Dari Balik Jendela Puncak Chase Plaza (Karya Medy Loekito)

Dari Balik Jendela Puncak Chase Plaza Dari balik jendela puncak Chase Plaza Jakarta terkapar di bawah terhi…

Puisi: Di Atas Angkasa (Karya D. Zawawi Imron)

Di Atas Angkasa Siapa yang perkasa di sini? Bahkan laut dan langit tak jelas batasnya "Mungkin Tuhan …

Puisi: Di Engkelili, Suatu Pagi (Karya Ajip Rosidi)

Di Engkelili, Suatu Pagi Empat lelaki menyusur pinggir kali Nasibnya mengalir bersama air menghilir Di mana mereka bertemu?…

Puisi: Jala-Jala yang Tergantung (Karya Diah Hadaning)

Jala-Jala yang Tergantung Kampung nelayan masih mengirim bau laut di antara kesiur anginnya semilir rendah di…

Puisi: Pesan Pencopet kepada Pacarnya (Karya W.S. Rendra)

Pesan Pencopet kepada Pacarnya Sitti, kini aku makin ngerti keadaanmu. Tak'kan lagi aku membujukmu untuk nikah padaku dan lari dari …
© Sepenuhnya. All rights reserved.