Puisi: Tentang Seorang yang Terbunuh di Sekitar Hari Pemilihan Umum (Karya Goenawan Mohamad) Tentang Seorang yang Terbunuh di Sekitar Hari Pemilihan Umum "Tuhan, berikanlah suara-Mu, kepadaku." Seperti jadi senyap sal…
Puisi: Marsinah (Karya Putu Oka Sukanta) Marsinah Marsinah bukanlah sebuah salam Disambut burung gagak pembawa berita kematiannya Marsinah bukanlah…
Puisi: Surat Ini Adalah Sebuah Sajak Terbuka (Karya Taufiq Ismail) Surat Ini Adalah Sebuah Sajak Terbuka Surat ini adalah sebuah sajak terbuka Ditulis pada sebuah sore yang biasa. Oleh Seorang warganegara bi…
Puisi: Jalan Menuju Angin (Karya Kriapur) Jalan Menuju Angin Kuremuk susunan malam yang kering-lalu kutempuh jalan menuju angin apakah kau percaya pada keasingan hutan tahun-…
Puisi: Seratus Hari Pembunuhan oleh Gestapu (Karya Mochtar Lubis) Seratus Hari Pembunuhan oleh Gestapu Kini cahaya malam lembut perak Dan bisikan angin dari gunung-gunung Ciuman bintang berkeliaran di cakrawala Puti…
Puisi: Dua Sajak di Bawah Satu Nama (Karya Sapardi Djoko Damono) Sajak di Bawah Satu Nama (1) Darah tercecer di ladang itu. Siapa pula binatang korban kali ini, saudara? Lalu senyap pula. Berapa jaman telah …
Puisi: Ballada Ibu yang Dibunuh (Karya W.S. Rendra) Ballada Ibu yang Dibunuh Ibu musang di lindung pohon tua meliang bayinya dua ditinggal mati lakinya. Bulan sabit terkait malam mem…
Puisi: In Memoriam, Yang Terbunuh (Karya Kuntowijoyo) In Memoriam: Yang Terbunuh Sekali, hutan tidak menumbuhkan pohon Burung melayap-layap, terbakar bulu-bulunya Bumi mengaduh, menggapai bebannya Pembur…
Puisi: Marsinah (Karya Saini KM) Marsinah Jangan lupakan saya, jangan disobek lembar sejarah yang bersimbah darah. Saya mati dan makin dalam terkubur waktu, namun ingat. Say…
Puisi: Pahlawan Tak Dikenal (Karya Toto Sudarto Bachtiar) Pahlawan Tak Dikenal Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bu…
Puisi: Terbunuhnya Atmo Karpo (Karya W.S. Rendra) Terbunuhnya Atmo Karpo Dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk para men…
Puisi: Solo Membunuh Seraya Tersenyum (Karya Kinanthi Anggraini) Solo Membunuh Seraya Tersenyum Asap hitam mengepul di permukaan pertokoan tempat biasanya kubeli beras, gula, dan mie instan jatuh dengan ru…