Puisi Tentang Pengkhianatan

Puisi: Aku Belum Bisa Menyebutmu Lagi (Karya Taufiq Ismail)

Aku Belum Bisa Menyebutmu Lagi Ya, aku belum bisa menyebut namamu lagi Dalam surat, buku harian dan percakapan sehari-hari Kembali seakan se…

Puisi: Pengkhianatan Itu Terjadi pada Tanggal 9 Maret (Karya Taufiq Ismail)

Pengkhianatan Itu Terjadi Pada Tanggal 9 Maret Pengkhianatan itu telah terjadi Pengkhianatan itu terjadi pada…

Puisi: Pengkhianatan (Karya Taufiq Ismail)

Pengkhianatan Siapa lagi sekarang akan ditangkap. Menanti Mungkin sebentar lagi mereka akan datang mengetuk pintu Mendorong masuk dan menjerem…

Puisi: Bunga Bangsa (Karya Amal Hamzah)

Bunga Bangsa Kata Nippon: Nippon Indonesia sama-sama Kata Nippon: Dai Tooa Kata Nippon: Asia Raya Kata Nippon: Kemakmuran bersama Kata …

Puisi: Memang Selalu Demikian, Hadi (Karya Taufiq Ismail)

Memang Selalu Demikian, Hadi Setiap perjuangan selalu melahirkan Sejumlah pengkhianat dan para penjilat Jangan kau gusar, Hadi Setiap p…

Puisi: Mengekalkan Mimpi (Karya Kriapur)

Mengekalkan Mimpi Merubah arah mimpi, mengekalkan kisah-kisah mawar menjadi tugas musim sepanjang langit apa yang terlukis dalam kabut itu, selalu me…

Puisi: Akhir Kata (Karya Idrus Tintin)

Akhir Kata Pada mulanya ialah bunyi lalu tercipta kata pertama untuk menyatakan terima kasih dari hati yang putih tak tercela Setel…
© Sepenuhnya. All rights reserved.