Puisi Tentang Sepi

Puisi: Pertama, Kedua, Ketiga (Karya T. Mulya Lubis)

Pertama, Kedua, Ketiga sepi itu ada tiga dinding perut bunda adalah yang pertama sembilan bulan kumencintainya sepi yang kedua itulah dunia bersama i…

Puisi: Dari Celah Sepi (Karya Soekoso DM)

Dari Celah Sepi dari celah sepi, bunga selasih, burung pedasih membuka kisah kasih ku yang robek di sana sini 1972 Sumber: Horison (Februari, 1975) A…

Puisi: Waktu yang Sehitam Dedak Kopi (Karya Acep Zamzam Noor)

Waktu yang Sehitam Dedak Kopi Waktu yang sehitam dedak kopi di gelasmu itu Adalah sepi. Tahun-tahun merayap pelahan Dari hutan yang terbakar…

Puisi: Penjara (Karya Acep Zamzam Noor)

Penjara Aku ngembara keluar masuk sepi sepiku sepimu yang fana Aku ngembara keluar masuk hati hat…

Puisi: Dalam Sepi Hidupku Termangu (Karya Handrawan Nadesul)

Dalam Sepi Hidupku Termangu Kalau saja tahu di situ embunmu bertemu Tak perlu sejauh itu melayang kupu-kupumu Sebelum hari menemukan rembangku Sepi m…

Puisi: Sejam Percakapan dalam Sepi (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Sejam Percakapan dalam Sepi sejam lalu: sepi turun menyergapku erat-erat lewat detik yang sekarat dan terguling terbanting-banting bercece…

Puisi: Pada Mulanya Sepi (Karya Husni Djamaluddin)

Pada Mulanya Sepi                              Tuhan                              sepi                              Tuhan tak mau sepi               …

Puisi: Sepi Sudah Sangat Lelah (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Sepi Sudah Sangat Lelah sepi sudah sangat lelah                 dan hanya meletakkan                         dua helai daun di bangku taman          …

Puisi: Sepi (Karya T. Mulya Lubis)

Sepi sepi menutup pintu sepi membuka sepatu sepi tergeletak bisu di ranjang (dan kalau ada perempuan) sepi akan membuka bajunya telanjang sepi adalah…

Puisi: Oda pada Van Gogh (Karya Taufiq Ismail)

Oda pada Van Gogh Pohon sipres. Kafe tua Di ujung jalan Sepi. Sepi jua Langit berombak Bulan di san…

Puisi: Jarak (Karya Sapardi Djoko Damono)

Jarak dan Adam turun di hutan-hutan mengabur dalam dongengan dan kita tiba-tiba di sini tengadah ke langit: kosong sepi .......... 1968 S…

Puisi: Sepi (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Sepi sepi menggeliat dalam ulat dalam pisang itu sepi menggeliat dalam daging dalam celanaku sepi terbaring menunggu dalam buku-buku sepi menunjukmu:…

Puisi: Kota Asing (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Kota Asing Kutempuh perjalanan menembus hutan-hutan kabut. kutempuh perjalanan melewati ganggang. tak selet…
© Sepenuhnya. All rights reserved.