Puisi Upita Agustine

Puisi: Bunga Rumput (Karya Upita Agustine)

Bunga Rumput Bunga rumput Tumbuh di padang-padang terbuka Tiada mengundang perhatian Tiada menyemarakkan wewangian Sahabat angin Sahaba…

Puisi: Rinduku (Karya Upita Agustine)

Rinduku Rinduku rindu Hutan belantara yang digunduli bersama Rinduku rindu Air serasah yang menyusut di perbukitan Rinduku rindu Le…

Puisi: Di Seberang Halaman (Karya Upita Agustine)

Di Seberang Halaman Dari halaman ini Kubaca Kebencian dan dendam Yang meluluh lantak panggung sejarah Langit dan tanah merah …

Puisi: Latar (Karya Upita Agustine)

Latar Satu (1) Kutulis latar ini Setelah keris Curik Simalagiri Pusaka keluargaku tersimpan Enam abad yang lalu Setelah pedang jena…

Puisi: Perempuan (Karya Upita Agustine)

Perempuan Yang membentang sajadah di belakang suaminya Yang memberi air hidup darah dagingnya Yang mengalunkan dendang dalam tangis anak anak…

Puisi: Di Seberang Rindu (Karya Upita Agustine)

Di Seberang Rindu (kepada DYD Beringin) Mengapa mesti dia Yang berangkat tiga abad lalu Berdiri dalam mimpiku Mengucapkan janji:…

Puisi: Akan Menghuni Abad Ini Sajakah Kita (Karya Upita Agustine)

Akan Menghuni Abad Ini Sajakah Kita Akan menghuni abad ini sajakah kita? Hidup dalam perubahan warna-warna Bagaikan nyala lampu-lampu di kapa…

Puisi: Nyanyian Anak Cucu (Karya Upita Agustine)

Nyanyian Anak Cucu Aroma hutan-hutan dan jerami terbakar kucium sampai kini Menumbuhkan hutan lindung dalam rahimku Menghamparkan berjuta pir…

Puisi: Senandung Perempuan Negeriku (Karya Upita Agustine)

Senandung Perempuan Negeriku Air di mana arus Sungai di mana hulu Angin di mana debu Badai di mana lerai Rumah di mana atap Senandung perempuan Melin…

Puisi: Sajak Rumah Terbakar (Karya Upita Agustine)

Sajak Rumah Terbakar Dalam kobaran Kelam kelambu sutera Pecah kaca mainan Jenawi hilang hulu Dan gong terbang Sesayup bunyi …
© Sepenuhnya. All rights reserved.