Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Postingan

Puisi: Akulah Syair Itu (Karya Fikar W. Eda)

Akulah Syair Itu (kepada perempuan yang dizalimi) Aku lelaki kalah lelah mengartikan makna perjalanan musaf…

Puisi: Aceh Satu (Karya: Fikar W. Eda)

Aceh Satu (Lady's Night) Tanpa kerudung tanpa mukena melenggang di jalan sunyi singgah di masjid me…

Puisi: Jadikan Sajak (Karya Frans Nadjira)

Jadikan Sajak dengar desir air dengar sihir nyiur kelepak sayap k…

Puisi: Apa yang Sesungguhnya Harus Kukatakan (Karya Darmanto Jatman)

Apa yang Sesungguhnya Harus Kukatakan Lewat jendela kamarku Aku menjengukmu "Adakah kau sehat-sehat saja Seperti waktu aku dulu meninggalkanmu?&…

Puisi: Pukul Berapa (Karya Iwan Fridolin)

Pukul Berapa Pukul berapa aku lupa. Ada iringan lewat (Kelihatan dari jendela) Aku menjenguk: Siapa? Angin dan debu tiba-tiba menyerbu jendela. Kupej…

Puisi: Sarinah (Karya Wing Kardjo)

Sarinah Bintang-bintang gemilang dalam gedung menjulang Dayang-dayang berdendang dengan iringan gendang Merah: alangkah parah luka sejarah 1964 Sumbe…

Puisi: Semalam di Astana Saptarengga Imogiri (Karya Iman Budhi Santosa)

Semalam di Astana Saptarengga Imogiri Tinggal cungkup setia memayungi masih saja mendaki bila mendekat telanjang kaki, sembunyi di balik seragam abdi…

Puisi: Buat Siapa (Karya Iman Budhi Santosa)

Buat Siapa sampai tak ada hitam putihnya mata jauh ke depan, jatuh entah dilepaskan jadi menanti ia susah dialamatkan diam tambah menusuk ranjang tak…

Puisi: Yang Pertama dan Akhirnya (Karya Iman Budhi Santosa)

Yang Pertama dan Akhirnya waktu yang jatuh mengusik mimpi-mimpi itu adalah setasiun pertama, di mana hidup mulai bergerak di atas roda-roda peristiwa…

Puisi: Atas Namaku (Karya Iman Budhi Santosa)

Atas Namaku atas namaku angin pun selesai bertiup dalam sajak dan sepi hidup menggeraikan sayap-sayapnya                                   antara jam…
© Sepenuhnya. All rights reserved.