Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Postingan

Puisi: Mata Pena Penyair (Karya Gunoto Saparie)

Mata Pena Penyair mata pena penyair betapa tajam menggoreskan kisah kehidupan resah gelisah serta rindu dendam merekam hari-hari lewat dan kenangan m…

Puisi: Dari Desa ke Desa (Karya Gunoto Saparie)

Dari Desa ke Desa dari desa ke desa kau terbang menghindari kota dari kampung ke kampung ingin benar kau menjadi burung namun sayap-sayapmu patah bag…

Puisi: Mencapai Ridho-Nya (Karya Muhammad Yusuf Praja)

Mencapai Ridho-Nya Terkadang sulit untuk dipahami Namun harus dijalani Setiap pengorbanan memiliki arti Demi mencapai Ridho sang Ilahi Puisi:  Mencap…

Puisi: Biarlah Sejarah Cerita (Karya Aspar Paturusi)

Biarlah Sejarah Cerita tak ada cerita manis buatmu jalan-jalan penuh palang duka aku tak berdaya melewatinya tak ada kabar gembira kubawa di jalanan …

Puisi: Di Antara Qain dan Abel (Karya Gunoto Saparie)

Di Antara Qain dan Abel di antara qain dan abel, bukan ilusi memang batas: teka-teki tua dan darah menetes: darah pertama  sejarah peperangan pun mul…

Puisi: Escafe (Karya Gunoto Saparie)

Escafe kucoba lupakan permainan duka dalam buaian oleng dunia— bagaikan ngembara di surga   dan kini kupercaya angan— hingga kureguk hidup kelam dala…

Puisi: Nudub Orang Beriman (Karya Remy Sylado)

Nudub Orang Beriman Andai kau sampai bimbang Aku bahkan sudah susah. Andai kau sampai susah Aku bahkan su…

Puisi: Molto Allegro (Karya Cecep Syamsul Hari)

Molto Allegro Seperti Neruda lelah menjadi manusia, malam itu aku pergi dan memanggil taksi. Ke mana? Ke mana saja, jawabku. …

Puisi: Pukul 12 Malam (Karya Gunoto Saparie)

Pukul 12 Malam malam hening purba detik jam pun terdiam menyelam aku ke dalam membasuh luka   sebuah buku tergeletak di meja tak habis terbaca air di…

Puisi: Kembali (Karya Sam Haidy)

Kembali Terlalu lama aku tercerabut Dari di mana aku semestinya Nyaris habis waktuku mematut Diri di hada…
© Sepenuhnya. All rights reserved.