Puisi: Cemara-Cemara Cijantung (Karya F. Rahardi) Cemara-Cemara Cijantung mengertikah kau kalau aku sendirian kali ini tidak, aku belum sempat beristri sebab senja yang coklat be…
Puisi: Gadis di Jalan Itu (Karya F. Rahardi) Gadis di Jalan Itu ada gadis ayu lewat di jalan itu berbaju dan bercelana membawa sebuah buku rambutnya berkibaran dan iapun m…
Puisi: Tamu-Tamu Itu (Karya F. Rahardi) Tamu-Tamu Itu tamu-tamu itu mendekat bagai malaikat bersayap mereka lewat tergesa-gesa nampaknya aku menepi pasti inilah tokoh…
Puisi: Barangkali dan Tetapi (Karya F. Rahardi) Barangkali dan Tetapi meskipun mulut-mulut bedil itu menuduhku jahat dan berkhianat terhadap setan tetapi tuhan tetap tidak berart…
Puisi: Kita Dekatkan (Karya F. Rahardi) Kita Dekatkan kita dekatkan hidung kita kepada potret kita dekatkan mulut kita kepada gambar kita hidungkan mulut kita kepada ma…
Puisi: Orkes (Karya F. Rahardi) Orkes lampu-lampu itu menyanyi diiringi mulut-mulut yang asin keringat bersorak suara-suara ditabuh dan mataku telinga teling…
Puisi: Jalannya (Karya F. Rahardi) Jalannya dari masjid sampai ke parit jalannya lurus dari gereja sampai neraka jalannya lurus dari mulut sampai ke perut jala…
Puisi: Satu Kilometer Kutang (Karya F. Rahardi) Satu Kilometer Kutang yang sudah mulai belum yang hampir tiba-tiba aku kaget tuan-tuan itupun menarik kembali kemaluan mereka …
Puisi: Hanyalah (Karya F. Rahardi) Hanyalah hanyalah aku yang dia tidak ada kalian tidak ada mereka paku dan palu bersatu sorga dicoret tuhan diseret meriam di…
Puisi: Duh – A (Karya F. Rahardi) Duh – A yang aku tahu dengan tidak pasti yang aku sesalkan dengan gerimis yang panas seperti matahari bulan bintang akulah yang …