Postingan

Puisi: Penjaga Kata (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Penjaga Kata (1) hilang sudah kau angan mendulang sukmamu, segala lara ingin abadi dalam pusara musim fitrahmu hanya kata-kat…

Puisi: Sepanjang Namamu (Karya Beni R. Budiman)

Sepanjang Namamu (1) Belum lengkap kusebut namamu. Sedangkan Fajar telah lama mekar. Kabut pagi terus Beringsut. Dan burung-burung bersiu…

Puisi: Sebelum Kau Menuju Pasir (Karya Tjahjono Widarmanto)

Sebelum Kau Menuju Pasir sebelum kau bergegas menuju pasir jangan lupa bercermin : apa yang memantul pada kaca? kisah hidup di…

Puisi: Bocah Bermain Ayunan (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Bocah Bermain Ayunan bocah bermain ayunan di tangga menuju awan dia berputar-putar pada dua tali dari tumbuhan jalar terus b…

Puisi: Jejak Angin pada Pasir (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Jejak Angin pada Pasir telah kuakarkan gelisah pada nadi laut hingga menghunjam kalbu bumi dan aku menari nari memacu ombak me…

Puisi: Yang Kepayang Hyang (Karya Abdul Wachid B. S.)

Yang Kepayang Hyang Yang kepayang Hyang Yang berani sendiri berjaga di tengah malam Yang berjalan tanpa kaki Yang terbang tanpa sayap Yan…

Puisi: Meulaboh Suatu Malam (Karya Doel CP Allisah)

Meulaboh Suatu Malam Di antara seribu penjerat angan. kita hadir sepi dan lirih angin, lalu tawa sumi tak ter…

Puisi: Engkau (Karya Syu’bah Asa)

Engkau di Binari aku menangis kukenang engkau di Sukabumi aku menangis kukenang engkau di kamar sedang isteriku tidur lena …

Puisi: Surat Cinta (Karya Faisal Ismail)

Surat Cinta Kutulis surat cinta ini untukmu Ketika lonceng malam bertalu-talu Memanggil naluriku bernama rindu Membias tapak-tapak waktu berlalu Luki…

Puisi: Saat-Saat Terakhir (Karya Abdul Hadi WM)

Saat-Saat Terakhir Seorang Filosof dalam Penjara Qur'an malam yang lintas perlahan pintu besi yang berlumut bulan pun menutup mulut teng teng ten…
© Sepenuhnya. All rights reserved.