Postingan

Puisi: Lima Kuatrin Reranting (Karya Irawan Sandhya Wiraatmaja)

Kuatrin Reranting ( 1 ) ranting-ranting yang patah tersangkut di gigir pesisir, ombak laut, di antara gundukan pasir dan tumpukan balok kayu, kauberj…

Puisi: Di Antara Gedung-Gedung Tua Itu (Karya Endang Ade Rustandi)

Di Antara Gedung-Gedung Tua Itu Hanya matahari sore saja yang menemani ketika itu saat tubuh-tubuh berpeluh suka saat seluruh asa tertumpah ruah memb…

Puisi: Ayah (Karya Syamsu Indra Usman)

Ayah Ayah berilah aku sekendi air dingin bila datang kemarau panjang dalam aku menggapai cita-cita yang kau ikat pada tonggak k…

Puisi: Datanglah ke Dusunku (Karya Syamsu Indra Usman)

Datanglah ke Dusunku Satu jam telah berlalu Aku menunggu di sini Buat menceritakan               Sesuatu kepadamu Tapi kau belum tampak j…

Puisi: Aku Rindu Aroma Pedusunan (Karya Syamsu Indra Usman)

Aku Rindu Aroma Pedusunan Aku rindu aroma pedusunan Lenguh kerbau harumnya bunga kopi Lebih baik kita kembali, dik kembali dengan ketulusa…

Puisi: Anak Pedalaman (Karya Syamsu Indra Usman)

Anak Pedalaman Aku anak pedalaman Bermain kata menyisir langkah Di hutan-hutan belantara Mencari napas resah Di lingkaran kabut kemarau p…

Puisi: Galau (Karya Syamsu Indra Usman)

Galau Pada malam pekat Berwarna kelabu Aku duduk melamuni diri Sambil menanti Hujan merah jambu Kala itu hatiku Sedang galau …

Puisi: Sang Kekasih (Karya Syamsu Indra Usman)

Sang Kekasih Yang sering kali menghantui setiap perasaan adalah peristiwa dan rasa rindu yang berada dalam segumpal hati yang tak…

Puisi: Bross Rose (Karya Dimas Arika Mihardja)

Bross Rose ( ~ bagi putri-putriku ) Kubingiskan bross rose untuk disemat di dadamu, putriku isi dadamu harusl…
© Sepenuhnya. All rights reserved.