Postingan

Puisi: Maukah Kau Menjadi Istriku (Karya A. Munandar)

Maukah Kau Menjadi Istriku Sekali ini, biarkan aku meleleh di bibirmu, bersembunyi di matamu, berlutut di perasaanmu. "Ai, maukah kau menjad…

Puisi: Di Antara Gedung-Gedung Tua Itu (Karya Endang Ade Rustandi)

Di Antara Gedung-Gedung Tua Itu Hanya matahari sore saja yang menemani ketika itu saat tubuh-tubuh berpeluh suka saat seluruh asa tertumpah ruah memb…

Puisi: Datanglah ke Dusunku (Karya Syamsu Indra Usman)

Datanglah ke Dusunku Satu jam telah berlalu Aku menunggu di sini Buat menceritakan               Sesuatu kepadamu Tapi kau belum tampak j…

Puisi: Anak Pedalaman (Karya Syamsu Indra Usman)

Anak Pedalaman Aku anak pedalaman Bermain kata menyisir langkah Di hutan-hutan belantara Mencari napas resah Di lingkaran kabut kemarau p…

Puisi: Sang Kekasih (Karya Syamsu Indra Usman)

Sang Kekasih Yang sering kali menghantui setiap perasaan adalah peristiwa dan rasa rindu yang berada dalam segumpal hati yang tak…

Puisi: Hujan Belum Reda (Karya Mustafa Ismail)

Hujan Belum Reda Maafkan aku yang mengirim gerhana ke dalam arlojimu, sebab hujan tak juga reda dan malam tak …

Puisi: Suatu Sore di Stasiun UI Depok (Karya Zeffry J. Alkatiri)

Suatu Sore di Stasiun UI Depok Tiada dentang lonceng berseru Bisu dan debu mengisi bangku-bangku Stasiun, Kita tidak lagi bercaka…

Puisi: Senja di Pantai Depok (Karya Gunoto Saparie)

Senja di Pantai Depok kusimak desir ombak senja itu datang dan pergi di ujung kakiku apakah yang kautangkap dari makna hubungan raja dan r…

Puisi: Dongeng dari Depok (Karya Ook Nugroho)

Dongeng dari Depok ( 1 ) : SDD Lelah berjalan jauh menyambangi kota-kota dan benua bising ia putuskan akhirnya tinggal menetap di pojok sebuah metrop…
© Sepenuhnya. All rights reserved.