Postingan

Puisi: Sebuah Nama (Karya Surachman R.M.)

Sebuah Nama Sebuah nama kutoreh lagi di dingin angin         Lalu mendesir Setangkai duka kutanam lagi di kristal salju …

Puisi: Tepi Hayat (Karya Syaifuddin Gani)

Tepi Hayat Jantungku angin mataku langit Seribu taifun mortir aku sejuta pasir Ledakan-ledakan kepala menyoraki Gaza Aku seliat baja engkau sebetulny…

Puisi: Baca Tulis (Karya Nur Wachid)

Baca Tulis Senja meradang kerinduan Goresan pena menyayat kalbu Tangisanku tak membuat pilu Hei ... wahai pemimpinku Pandanglah aku yang kusut ini Du…

Puisi: Perawan Gunung (Karya Iwan Konawe)

Perawan Gunung Kendari di gigir malam Denting waktu Gemuruh jalanan Tiada henti beradu, seperti saling berperang Mengumbar kegelisahan Perawan gunung…

Puisi: Andabia dan Aku Terbakar (Karya Iwan Konawe)

Andabia dan Aku Terbakar Senja merah jatuh di padang ilalang Rumputan terbakar Lenguh kerbau menikam sunyi belantara Di permukaan, siluet bukit hutan…

Puisi: Cidra (Karya Redi Wisono)

Cidra Cidra, Bangsa Jepang Cidra maring janji suci samurai kang wus kaikrarake. Bangsa jepang jingkrak-jingrak klawan ngguyu gumagak. Numpes pasukan …

Puisi: Guruku (Karya Indah Mursyidah)

Guruku Guruku ...  Sepintas wajahmu tampak letih dengan titik-titik peluh di keningmu yang menetes pelan Namun semua itu kau samarkan Demi kewajibanm…

Puisi: Pesta Kenang (Karya Iwan Konawe)

Pesta Kenang Di ujung takbiran Beduk dan gong bergemelentam Kita senyawa di sana, menggirang Untuk musim panen ke depan Kita merencanakan pesta kenan…

Puisi: Perang Asia Timur Raya (Karya Redi Wisono)

Perang Asia Timur Raya Genderang perang dunia kedua membahana Bumi bergetar Langkah pasukan berderap siap berperang menaklukkan lawan Tak terkecuali …
© Sepenuhnya. All rights reserved.