Postingan

Puisi: Romansa Laut (Karya Ketut Yuliarsa)

Romansa Laut Langit tidak terlalu jauh Untuk kurangkul Bila senja pelan perahuku Berhembus kepadanya Di tanganku ada lapar Anak istri yang setia mena…

Puisi: Di Musim yang Lain, Aku Kembali (Karya Ulfatin Ch.)

Di Musim yang Lain, Aku Kembali Setahun kujelajahi hutan ini sepi belaka, tanpa penghuni Lalu kubangun rumah dekat sungai agar lebih mudah kukenali m…

Puisi: Jika (Karya Mas Ruscitadewi)

Jika Jika kau adalah kemurnian cinta Kenapa bertanya tentang ada? Tentang matahari yang tak jua memeluk bulan? Jika jalan itu telah terbuka Dan ada j…

Puisi: Laut Pagi (Karya Iswadi Pratama)

Laut Pagi (: sebuah variasi Neruda untuk AJ. Erwin) Siapakah yang akan mendengarkan gemuruh laut sepagi ini? …

Puisi: Kibar (Karya Nanang Suryadi)

Kibar Yang berkibar adakah bendera, tanda kemuliaan harkat martabat, atau sekedar kesombongan, keangkuhan menunjukkan kuasa. Yang ber…

Puisi: Cinta yang Tak Pernah Putus Asa (Karya Nanang Suryadi)

Cinta yang Tak Pernah Putus Asa bibir yang bergumam, adalah engkau, menggumamkan kata yang entah, cinta yang entah, rindu yang entah, k…

Puisi: Mencintaimu (Karya Nanang Suryadi)

Mencintaimu : kunthi hastorini Aku hikmati hidup ini, dengan mencintaimu setulus hati, ungkapan syukur tiada henti Aku hikmati hidup …

Puisi: Imaji Awan Hitam Menjelang Turun Hujan (Karya Nanang Suryadi)

Imaji Awan Hitam Menjelang Turun Hujan langit membeku, awan-awan hitam berdiam dalam kepalaku, tunggulah geletar petir puisi bergesekan di udara…

Puisi: In Abstracto (Karya Rita Oetoro)

In Abstracto warna — warna bianglala — baur dalam deru alfa dan omega, ketika samar kudengar — stanza penyair sappho 1989 S umber:  Sangkakala (1996)…
© Sepenuhnya. All rights reserved.