Postingan

Puisi: Pemintal Ombak (Karya I Wayan Arthawa)

Pemintal Ombak Biarkan aku mengeja riap lampu di dasar laut terus saja berkeciprak membagi malam seorang ibu pemetik rumput laut duduk dengan sebatan…

Puisi: Menarilah (Karya Aan Almaidah A.)

Menarilah Ketika hujan jatuh, ijinkanlah kuluaskan cinta dalam semburan nyala api yang menghangatkan gigil sepi dan menguatkan pendar harapmu Mari ki…

Puisi: Jika (Karya Mas Ruscitadewi)

Jika Jika kau adalah kemurnian cinta Kenapa bertanya tentang ada? Tentang matahari yang tak jua memeluk bulan? Jika jalan itu telah terbuka Dan ada j…

Puisi: Tepi Hayat (Karya Syaifuddin Gani)

Tepi Hayat Jantungku angin mataku langit Seribu taifun mortir aku sejuta pasir Ledakan-ledakan kepala menyoraki Gaza Aku seliat baja engkau sebetulny…

Puisi: Baca Tulis (Karya Nur Wachid)

Baca Tulis Senja meradang kerinduan Goresan pena menyayat kalbu Tangisanku tak membuat pilu Hei ... wahai pemimpinku Pandanglah aku yang kusut ini Du…

Puisi: Perawan Gunung (Karya Iwan Konawe)

Perawan Gunung Kendari di gigir malam Denting waktu Gemuruh jalanan Tiada henti beradu, seperti saling berperang Mengumbar kegelisahan Perawan gunung…

Puisi: Cidra (Karya Redi Wisono)

Cidra Cidra, Bangsa Jepang Cidra maring janji suci samurai kang wus kaikrarake. Bangsa jepang jingkrak-jingrak klawan ngguyu gumagak. Numpes pasukan …

Puisi: Guruku (Karya Indah Mursyidah)

Guruku Guruku ...  Sepintas wajahmu tampak letih dengan titik-titik peluh di keningmu yang menetes pelan Namun semua itu kau samarkan Demi kewajibanm…

Puisi: Perang Asia Timur Raya (Karya Redi Wisono)

Perang Asia Timur Raya Genderang perang dunia kedua membahana Bumi bergetar Langkah pasukan berderap siap berperang menaklukkan lawan Tak terkecuali …
© Sepenuhnya. All rights reserved.