Puisi: Hujan Siang (Karya Ulfatin Ch.) Hujan Siang Hujan siang memanah jendela di mataku. Pada bibir dan tangan kulihat bayangmu menyala seperti kilat. Angin kali mengisi bangku-bangku den…
Puisi: Kata Hujan (Karya Ulfatin Ch.) Kata Hujan Tes tes tes kata hujan mencintai kamu Di bibir payung yang terbuka, di atas aspal yang dingin ia mencoba memungut rindu yang terlanjur bek…
Puisi: Sajak Berbingkai (Karya Ulfatin Ch.) Sajak Berbingkai Ayah Untukmu kutulis sajak berbingkai daun dan bunga. Di atas meja kutempatkan ia agar dapat kaupandang saat datang bulan bercahaya.…
Puisi: Kekasih Hujan (Karya Ulfatin Ch.) Kekasih Hujan Sebab rinai kekasih hujan kutitipkan mata pelangiku padanya agar rindu terbayarkan Sebab guntur kekasih awan kusematkan mata cintaku pa…
Puisi: Catatan Kecil Reformasi (Karya Ulfatin Ch.) Catatan Kecil Reformasi ( 1 ) Jalanan sepi. Angin pun mlengos terbentur batu-batu. Kami berjalan berpapasan kereta manusia yang pulang dan pergi, men…
Puisi: Menatapmu Ketika Malam (Karya Ulfatin Ch.) Menatapmu Ketika Malam Menatapmu di pijaran lampu 10 watt ketika malam laut gemuruh di dadaku Sungai-sungai mengalirkan gairah embun pagi menawarkan …
Puisi: Ketika Angin Menyela Rindu (Karya Ulfatin Ch.) Ketika Angin Menyela Rindu Dan angin pun gagal menyela rindu pada pokok daun yang kemudian gugur Hujan pun turun ke hulu mengekalkan batu …
Puisi: Buku Harian Prajurit (Karya Mansur Samin) Buku Harian Prajurit (1) Malam tengadah di atas kaca akan sepi bermukim asing di sini napas sisi jendela, jeriji besi-besi tua m…
Puisi: Sebab Aku Kehilangan (Karya Ulfatin Ch.) Sebab Aku Kehilangan Sebab aku kehilangan pagi engkau mencaciku bagai burung mencaci langit. Dan cuaca seperti mencakar bahu suara angin bagai tiupan…