Postingan

Puisi: Menatap Mendung Ketika Senja (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Menatap Mendung Ketika Senja Mungkin seperti mendung itu merunduk dari punggung gunung cepat diterpa angin turun menyergap kota dalam he…

Puisi: Panen (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Panen Sejak kemarau ini kita tidak kehausan lagi bendungan sumber di gunung telah kita bingkari jangan takut kepanasan di sawah di musim l…

Puisi: Ketika Mengikuti Angan (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Ketika Mengikuti Angan Kitri mari kita tebas tumbuhan rawa begitu subur biar akarnya tidak mencakar dasar …

Puisi: La Nausee (Karya Abdul Hadi WM)

La Nausee Di muka jendela: senja pun habis Tinggal gerimis Belum berhenti Angin tak bangkit lagi Catatan harian: membuatku rusuh Pohon-pohon hilang d…

Puisi: Ketika Berdiri di Sini (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Ketika Berdiri di Sini Ah terbayang masa mudaku dulu bersama orang tua hidup di kaki gunung membiru sementara bapak nembang pangkur di ten…

Puisi: Malam (Karya Whisnu Adhi)

Malam Malam... Apa kabarmu?  Lama tak bertegur sapa, Karena lupa dengan dunia Malam... Aku rindu sunyimu Rindu setiap rasa yang kau kirimkan di hatik…

Puisi: Selembar Daun Jati (Karya Ulfatin Ch.)

Selembar Daun Jati Selembar daun jati gugur jeritnya terdengar parau sampai ke hati seperti derit daun pintu yang pelan-pelan mengatupkan Aku! 1991 S…

Puisi: Sajak Rindu (Karya Rini Intama)

Sajak Rindu Petikan dawaimu menelanjangiku aku telanjang di atas langit malam imajinasi liarku menari meliuk-liuk lepas memanggang hasrat m…

Puisi: Diam (Karya Rini Intama)

Diam Derai pucuk alang-alang tumbuh menutupi batang pematang yang melintas seperti ketika kecil memaksa in…
© Sepenuhnya. All rights reserved.