Postingan

Puisi: Surat untuk Bu Guru (Karya Turiyo Ragilputra)

Surat untuk Bu Guru Bu guru Hari ini aku tak masuk sekolah kepalaku pusing Setelah kemarin bu guru mengajari kami cara bertegur sapa yang aneh dan ta…

Puisi: Malaikat tanpa Nama (Karya Hidar Amaruddin)

Malaikat tanpa Nama untuk guru-guruku Langkahmu tegas mencerahkan kau buang segala kegelapan yang menyelimuti ruang-ruang hati kecil kami. Nafasmu te…

Puisi: Guru (Karya Zoex Zabidi)

Guru kepadamu, wahai orang-orang pilihan yang tulus mengabdi dan menjadi penerang bagi tunas-tunas bangsa yang bermekaran yang mengharap jalan terang…

Puisi: Guruku (Karya Ammar Sae Azale)

Guruku Kau yang membuatku pintar Kau guru yang pantang menyerah Kau guru hebat Bagaikan mentari yang bersinar Kau tidak pernah lelah Membuatku menjad…

Puisi: Puasa (Karya Gatot Supriyanto)

Puasa Aku mau puasa Bu mengisi kalbu menjaga hati dari debu membersihkan mulut dari lumut Aku mau puasa Yah ikut ayah beribadah menjaga sarung jadi k…

Puisi: Puasa Itu (Karya Bambang Tri Subeno)

Puasa Itu Kata ustaz Puasa itu melatih kesabaran Kedisiplinan Mengendalikan hawa nafsu Bukan memanjakan lidah Saat berbuka dan sahur Hidangan tak per…

Puisi: Mengaji di Waktu Senja (Karya Mahbub Junaedi)

Mengaji di Waktu Senja Di surau kecil tempatku mengaji menggali ilmu di kala senja Melafal huruf-huruf, mengeja ayat-ayat merenda cinta di keharibaan…

Puisi: Mensyukuri Gerimis Hujan (Karya Hillari Dita Regi)

Mensyukuri Gerimis Hujan sepulang menjalankan tugas - masih dalam ibadah puasa aku memburu jarum jam yang merambat pelan-pelan di tengah perjalanan, …

Puisi: Hujan (Karya Genduk Nur Kholifah)

Hujan Langit gelap udara dingin Angin bertiup begitu kencang Rintik hujan perlahan mulai turun Bersamaan guntur pun menggelegar Bumi yang basah oleh …
© Sepenuhnya. All rights reserved.